Selasa, 31 Oktober 2017 17:21

Dari Ratusan Ribu Jadi Ratusan Juta

Reporter : Jumadi Kusuma
Imam Sarjono bersama istri didepan outlet Rumah Hijab Az-Zahra, Taman Bunga Cilame, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Imam Sarjono bersama istri didepan outlet Rumah Hijab Az-Zahra, Taman Bunga Cilame, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Badai itu hanya menjatuhkan ranting yang rapuh dan menyisakan yang kokoh. Semangat, sabar dan tulus ikhlas dalam menjalani hidup mengalir seperti air, untaian kalimat filosofis itu dijadikan prinsip hidup Imam Sarjono, pemilik brand AZ-ZAHRA HIJAB dalam menapaki bisnis busana muslim, saat ditemui belum lama ini, di Rumah Hijab Az-Zahra, Komplek Taman Bunga Cilame, Blok C1 No. 12, Kab. Bandung Barat.

Setelah istrinya, Wulan Astriani memutuskan berhenti bekerja, Imam mulai merintis bisnis busana muslim pada tahun 2010 bermodalkan keahlian marketing dipadukan dengan hobi istrinya dalam fesyen. Dengan modal awal 750 ribu rupiah membeli produk dari temannya, sambil silaturahmi dari mulut ke mulut ditawarkan ke saudara, tetangga, teman dan kelompok pengajian.

Dari sekedar berdagang pakaian, kemudian Imam mulai memproduksi sendiri dan sekarang sudah memiliki 15 orang karyawan. Dari mulut ke mulut, bikin alat promosi seperti brosur, pamflet, spanduk, marketing online dan pasang iklan dimedia massa dicoba dilakoninya untuk memasarkan produknya, selain itu sering mengikuti even pameran dan bazzar diberbagai kota di Indonesia.

"Di tahun pertama bisnis saya mengalami kerugian dan mulai membenahi manajemen, menginjak tahun kedua hanya balik modal belum mendapat keuntungan, baru tahun ketiga usahanya menghasilkan keuntungan," kisahnya.

Kini, AZ-ZAHRA HIJAB telah memiliki outlet rumah hijab di Komplek Taman Bunga Cilame, Kab. Bandung Barat dan Jl. Soekarno Hatta No. 31A Kota Bandung, serta reseler hampir disemua kota di Indonesia dan luar negeri diantaranya Brunei, Malaysia, Arab Saudi dan Australia. Dengan omzet ratusan juta perbulan dan menjelang lebaran bisa naik hingga limaratus persen.

Produk busana muslimnya terutama untuk segmen ibu muda dengan model sederhana namun tidak murahan. Semua produknya berbahan dalam negeri dengan harga terjangkau, mulai dari 150 ribu rupiah untuk gamis sampai satu juta rupiah.

"Semua bidang usaha itu bagus jika ditekuni, apa yang saat ini nyaman saya jalanin. Cita-cita saya seiring waktu akan terwujud dengan modal apa adanya. Enggak nyangka punya konveksi dan usaha bidang fesyen. Rejeki itu gak kemana-mana dan nggak akan ketuker seperti sandal di masjid," pungkasnya mengakhiri obrolan. (jk)*