Kamis, 20 Mei 2021 15:54

Dampak Pandemi, 30 Persen UMKM di Cimahi Gulung Tikar

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia maupun dunia mengakibatkan berbagai dampak bagi dari sisi Kesehatan maupun dunia ekonomi, termasuk yang dialami oleh pelaku UMKM.

Kepala Bidang UMKM Disdagkoperin Kota Cimahi Rina Mulyani mengungkapkan, sejak adanya pandemic Covid-19 , sangat berdampak kepada dunia ekonomi khusunya bagi pelaku UMKM di Kota Cimahi.

“Akibat Pandemi Covid-19, sedikitnya ada 30 persen UMKM di kota Cimahi yang gulung tikar,” ungkap Rina, Kamis (20/5/2021).

Dia menyebutkan, dari 44 ribu UMKM yang terdata di Kota Cimahi, saat ini ada 3300 UMKM yang sudah memiliki surat izin usaha, selebihnya masih belum mendaftarkan diri untuk mendapatkan ijin usaha.

“Dari data yang ada pada kami ada sekitar 1500 UMKM yang melakukan kegiatan produksi,” sebutnya.

Menurutnya, ada empat klaster UMKM di Kota Cimahi seperti makanan dan minuman, tekstil dsan produk tekstil, kerajinan dan teknologi informasi kreatif. Dari UMKM yang ada di kota Cimahi sebagain besar masih melakukan kegiatan usahanya bahkan produk-produk dari UMKM di Kota Cimahi sudah ada yang berskala nasional hingga melakukan ekspor.

“Ada beberapa produk UMKM di Kota Cimahi yang sudah melakukan ekspor,” terang  Rina.

Dikatakan Rina, meskipun terdampak oleh Pandemi Covid-19, tetapi UMKM di Kota Cimahi masih banyak yang tetap bertahan, meskipun ada juga yang tutup. Namun karena pelaku UMKM itu sifatnya dinamis, masih banyak yang tetap bertahan, karena mereka melakukan alih usahanya.

“Pelaku UMKM itu dinamis, saat pandemic seperti saat ini ada yang beralih kegiatan usahanya seperti awalnya begerak dibidang makanan dan minuman ada yang beralih menjadi pembuat masker misalnya,” pungkasnya. 

 

 

Baca Lainnya