Sabtu, 13 Januari 2018 14:51

Canda Wakil Wali Kota Cimahi Soal Ikan Berbahaya: Dulu Beli Piranha Rp 300 Ribu

Reporter : Fery Bangkit 
Ngatiana menyerahkan ikan peliharaannya ke BKIPM.
Ngatiana menyerahkan ikan peliharaannya ke BKIPM. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana ternyata memiliki belasan ikan peliharaan kategori berbahaya dan invasive.
Kepemilikan tersebut mengemuka dalam acara Penyerahan Ikan yang dilindungi ke Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung, Jalan Ciawitali, Kota Cimahi, Jum'at (12/1/2018).

Koleksi yang dimilikinya antara lain tujuh ikan aligator, tujuh ekor ikan piranha dan tujuh ekor ikan sapu-sapu.

"Dulu saya beli di pasar ikan, harganya juga cukup mahal. Untuk aligator itu per ekornya seharga Rp 2 juta, ikan piranha Rp 300 ribu. Kalau makanan yang diberikan seperti ikan-ikan kecil," kata Ngatiyana usai acara penyerahan.

Ngatiyana juga mengimbau agar semua masyarakat Cimahi yang saat ini memelihara binatang yang langka, invasive, dan berbahaya, terutama ikan, agar diserahkan kepada BKIPM.

"Tentu sebagai bentuk edukasi, agar masyarakat juga mampu mendukung keberadaan hewan-hewan berbahaya dan langka yang dilarang pemerintah," tandasnya.

Sementara itu BKIP Bandung, menyebutkan ada 152 spesies ikan yang termasuk ke dalam kategori berbahaya dan invasive banyak dipelihara oleh masyarakat, termasuk di Kota Cimahi.

Jenis ikan hobie yang termasuk ke dalam kategori berbahaya dan invasive yakni lohan, arapaima, arwana, aligator, piranha, dan ikan sapu-sapu.

Pelarangan memelihara jenis ikan berbahaya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 tahun 2014 tentang jenis ikan tertentu yang berasal dari luar wilayah Negara Republik Indonesia yang dapat merugikan dan atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan, lingkungan, dan manusia.

"Ada 152 jenis ikan berbahaya yang dilarang masuk ke Indonesia, yang tahun-tahun sebelumnya sudah banyak beredar di pasaran ikan hobi dan juga sudah banyak yang dipelihara. Salah satunya adalah sapu-sapu, karena tahan hidup di segala kondisi," ujar Kepala BKIPM Bandung, Dedy Arief Hendriyanto.

Terkait maraknya penjualan ikan kategori berbahaya dan invasive oleh oknum tak bertanggung jawab, Dedy memastikan pihaknya akan terjun ke lapangan untuk melakukan penyitaan, sosialisasi, dan edukasi terhadap pelaku jual beli ikan tersebut.