Rabu, 3 Januari 2018 18:23

Berjualan Pisang Ambon Keliling, Abah Juhria Mengaku Bahagia

Reporter : Fery Bangkit 
Abah Juhria sedang duduk ditempat yang teduh. Beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina disela berjualan pisang ambon.
Abah Juhria sedang duduk ditempat yang teduh. Beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina disela berjualan pisang ambon. [Limawaktu]

Limawaktu.id,– Usia renta dan terik matahari bukan penghalang bagi Abah juhria (89) untuk menanggung beban sekitar 10 kg pisang ambon di pundaknya. Pisang Ambon yang dijualnya menjadi sandaran rejeki baginya untuk memberi makan istri dan empat anaknya.

Teriknya sinar matahari dan debu jalanan tak menyurutkan langkahnya untuk tetap berjuang mengais rejeki bagi keluarganya. Di usia yang sudah renta, Abah Juhria tak patah semangat mencar rezeki meski harus berjalan berkilo meter menjajakan pisang ambon yang dijualnya.

Bagi Abah Juhria, berjualan pisang ambon dengan berkeliling menjadi mata pencahariannya. kakek tua warga Jalan Gandrung RT 26/02, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini mengaku profesi tersebut ia lakoni sejak 30 tahun lalu.

Setiap hari, mulai pukul 04.00 WIB ia sudah bergegas dari kediamannya untuk berjualan keliling di Kota Cimahi. Dari kediamannya itu, ia naik angkot dan turun di kawasan Pasar Atas Cimahi, lalu berjalan untuk mengelilingi Kota Cimahi.
Ketika ditemui, Rabu (3/1/2018), di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Abah Juhria sedang duduk ditempat yang teduh. Beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina.

Tubuhnya yang kecil dan keriput, ia termenung sambil bersandar ke pintu gerbang sebuah rumah. Keringat panas bercucuran dari tubuhnya.

Di depan pintu gerbang itu, ia yang masih memiliki istri serta empat anak ini berharap ada pengendara yang membeli pisang yang disimpan pada keranjang kecil yang terbuat dari bahan bambu.

"Selama masih sehat tetap harus mencari rezeki yang halal walaupun kepanasan dan keringat setiap harinya harus bercucuran," kata Juhria.

Menurutnya, jika pekerjaan yang menguras keringatnya itu dilakoni secara ikhlas dan semangat yang kuat dipastikan rasa lelahpun tak terasa.

Atas hal itu, ia mengaku barang dagangannya setiap hari kerap laku semua, sehingga ketika pulang bisa membawa rezeki yang cukup untuk menghidupi anak istrinya.

Untuk harga satu sikat pisang itu, ia menjualnya mulai dari Rp 20 ribu hingga 50 ribu, tergantung ukurunnya. Hasil dari keliling setiap hari di Kota Cimahi itu, ia mengaku bisa mendapat keuntungan Rp 50 ribu dan cukup untuk memenuhi kehidupannya.

"Alhmadulillah, setiap hari selalu laku semua, keuntungannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Bahkan bisa memberikan sedikit rezeki kepada cucu cucu abah," katanya.

Selama berumah tangga, juhria mengaku selalu mendapat kebahagian yang lebih ketika pulang dan membawa hasil dari berjualan kelilingnya. Jika ada kemauan tentu ada jalan. (kit)

Baca Lainnya

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Semoga berkah

4 Januari 2018 0:12 Balas