Rabu, 5 September 2018 14:30

Bahas Stok Beras, Dewan Pengawas Bulog Singgung Tahun Politik

Reporter : Fery Bangkit 
Launching Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium Tahun 2018.
Launching Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium Tahun 2018. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Dewan Pengawas Bulog, Spundik Sujono memastikan, ketersediaan Beras, termasuk di wilayah Jawa Barat masih aman dalam menghadapi tahun politik.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri peresmian program 'Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium 2018' di Gudang Bulog Subdivre Bandung, Jln. Mahar Martanegara, Rabu d/9/2018). Dikatakannya, stok beras lokal maupun impor saat ini masih 2,1 juta ton.

"Kita berharap ini untuk mengamankan tahun depan, tahun politik. InsyaAlloh aman sampai April," kata Spundik.

Menurutnya, jumlah stok beras itu akan bertambah. Pasalnya, sekitar bulan Oktober, akan ada panen beras dari para petani. Musim kemarau sendiri tak terlalu berpengaruh terhadap tanam padi para petani.

"Situasi kemarau begini, kadar air lebih baik (bagi padi)," katanya.

Soal harga, lanjut dia, itu menjadi tugas Bulog untuk menjaga stabilisasi harga beras. Dia menegaskan, kenaikan Dolar AS dan melemahnya Rupiah tak berpengaruh terhadap harga beras. Dia menegaskan, harga beras medium masih Rp9.000/kg, sedangkan beras premium Rp11.000/kg.

"Harga gak ngaruh biar Dolar naik," ucapnya.

Kepala Bulog Subdivre Bandung, Ahmad Ma'mun menambahkan, stok beras di gudang Bulog Subdivre Bandung mencapai 12.000 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi berbagai kegiatan, seperti operasi pasar murah, program Rastra dan sebagainya.

"Stok kita masih banyak," ucapnya.

Terkait program ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium 2018', beras yang dikirim akan langsung menyasar ke setiap kecamatan di wilayah Bandung Raya.

Baca Lainnya