Senin, 17 Juni 2019 12:36

Aroma Keuntungan Besar dari Media Tanam Hidroponik

Reporter : Fery Bangkit 
Salah Seorang Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).Yang Menggalakan Budidaya Tanaman Hidroponik.
Salah Seorang Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).Yang Menggalakan Budidaya Tanaman Hidroponik. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menyebutkan, budidaya tanaman menggunakan media hidroponik saat ini bisa menjadi usaha yang menguntungkan. Sebab, harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan hasil tanaman dengan media tanah. 

"Kalau harga jual tanaman hidroponik itu lebih mahal. Bisa dua kali lipat dari tanaman menggunakan media tanah," kata Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari saat dihubungi via sambungan telepon.

Baca Juga : Masa Panen Lebih Singkat, Pemkot Cimahi Terus Galakan Budidaya Hidroponik

Ia mencontohkan harga sayuran jenis kangkung. Biasanya, kata Mita, satu ikat kangkung hanya dijual Rp 2 ribu. Tapi hasil panen kangkung menggunakan media hidroponik itu bisa naik menjadi Rp 7 ribu.

"Kalau hasil tanam dari hidroponik itu dijualnya di pasar modern. Pengemasannya itu kan lebih baik, jadi harga jualnya juga lebih tinggi," kata Mita.

Ada sejumlah alasan mengapa harga sayuran dari media tanam hidroponik itu lebih tinggi. Diantaranya karena lebih bersih, sebab ketika masa tanamnya tidak menggunakan zat pestisida. Selain itu, pengemasan hasil panennya pun dibuat lebih rapi dan menarik.

Di Kota Cimahi, lanjut Mita, sejak dua tahun terakhir mengembangkan media hidroponik untuk tanaman hortikultura seperti kangkung, bayem, sosin dan sebagainya. Pihaknya sudah menyentuh sejumlah kelompok tani untuk fasilitasi pembelajaran budidaya hidroponik.

"Bahkan sudah ada beberapa kelompok petani yang hasil panenya itu masuk pasar modern," ucap Mita.

Ke depan, kata dia, pihaknya akan membuat pola bagi setiap kelompok tani. Misalnya, setiap kelompok itu membudidayakan jenis sayuran yang berbeda. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir persaingan.

"Misalnya, kelompok ini hanya nanam bayam, kelompok ini nanam kangkung. Jadi gak ada saingan prodak," tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer