Rabu, 24 Januari 2018 16:56

Anggi Keyla, Berbisnis Tas dengan Menjalin Persaudaraan

Reporter : Bubun Munawar
Wirausaha
Anggi Keyla, penggiat wirausaha [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Kondisi ekonomi yang lesu saat ini, tidak membuat Anggi Keyla patah semangat. Berbekal pengalamannya sebagai seorang sales promotion girls, wanita yang satu ini memutar otak untuk membuka usaha. “ Saya sekarang bekerjasama dengan kakak dan beberapa teman untuk memasarkan produk tas semi lokal, ini saya lakukan karena ekonomi sekarang agak susah, apalagi tas impor yang harganya cukup  mahal, “ terangnya kepada limawaktu.id, Rabu (25/1/2018).

Alasan memilih usaha tas ini dilakukan Anggie bukan tanpa sebab. Melihat kemajuan zaman dan  perkembangan fesyen. Tas itu termasuk barang yang dibawa setiap bepergian baik laki-laki ataupun perempuan atau anak-anak sekalipun. Tak hanya itu, tipe tas itu bisa disesuaikan dengan kondisi. Misalnya tas sekolah, tas pesta, tas traveling  atau tas khusus perempuan. “Saya lihat  cewek sekarang setiap ada tas model baru pasti  mereka ingin  memiliki, bahkan bisa lebih dari satu,” ungkapnya beralasan.

Diapun berkisah, diawali usaha kecil-kecilan, Anggi mulai mencoba merintis usaha ini setahun lalu, selain mengisi waktu dengan kesibukan, berbisnis tas juga untuk mendapatkan penghasilan. Untuk memasarkan bisinisnya ini, awalnya dia melakukannya lewat media sosial, beberapa temannya dia ajak untuk memasarkan tas, usaha yang jadi pilihannya saat ini.

“Pernah salah satu temen ada yang pengen, tertarik beli tapi uangnya tak cukup, makanya saya berikan solusi dengan menjual tas dari saya minimal 5 buah, dengan harga yang saya tentuin. Lalu saya suruh jual cash  per-tasnya Rp.  85.000. kalua kredit Rp. 130.000 bisa dibayar selama 2 bulan dicicil. Itu temen tapi  akhirnya dia mau, lalu saya datang ke rumah dia, “ papar wanita asal Jakarta ini.

Supaya temannya tambah semangat, kata Anggie, dia berlakukan sistem bonus. Kalau  tas bisa terjual 5 buah  bonusnya satu tas. Kalau  berbentuk uang per tasnya dia memberi bonus Rp. 15.000 sampai 20.000 tergantung spek tasnya. “Semakin banyak dia jual tas, semakin banyak nilai uang yang dia terima. Tapi saya sarankan ke dia, kalu bisa laku banyak bonus dia saya suruh jual ke orang secara kredit aja biar nilainya agak banyak. Tapi kalau penjualannya bisa banyak, saya sarankan bonusnya dijual cash biar uangnya bisa dibuat kebutuhan lainnya, “ jelasnya.

Diawali pemasaran di Palembang, Anggie lalu merambah ke Bandung dan beberapa kota di Jawa serta Sumatera. Setelah melihat keuntungan yang lumayan dan sistemnya mudah akhirnya dia  keterusan menjalani usaha ini. “Saat ini baru 5 orang yang membantu memasarkan tas ini baik secara langsung atau online, target saya makin banyak, dengan wilayah edar seluruh Jawa dan seluruh Sumatera. Barang dikirim secara paket, saya suka bisnis ini karena beranggapan bisa menjalin tali persaudaraan dengan saling membantu sekaligus bersimbiosis dengan orang lain,” pungkasnya mengakhiri obrolan.