Senin, 30 Juli 2018 15:14

Alfamart Dorong Warung Tradisional 'Melek' Teknologi

Reporter : Fery Bangkit 
Pelatihan Managemen Ritel Pelaku UMKM di Technopark Cimahi, Jln. Raya Baros, Senin (30/7/2018).
Pelatihan Managemen Ritel Pelaku UMKM di Technopark Cimahi, Jln. Raya Baros, Senin (30/7/2018). [limawaktu ]

Limawaktu.id, - PT. Sumber Alfaria Trijaya mengklaim telah merangkul sekitar 2 ribu pelaku usaha atau warung tradisional di Kota Cimahi.

Sekitar 2 ribu pelaku usaha kecil tradisional itu terus diberikan pelatihan agar lebih 'melek' teknologi. Tujuannya, agar para usaha kecil bisa lebih berkembang lagi.

Salah satu usaha untuk merangkul para pelaku usaha tradisional itu dilaksanakan pada Senin (30/7/2018) di Gedung Technopark Cimahi, Jln. Raya Baros. Pelatihan itu diikuti puluhan pelaku UMKM atau usaha tradisional di Kota Cimahi.

Branch Manager Alfamart, Suriadi mengatakan, semakin berkembangnya teknologi mendorong pihaknya sebagai salah satu ritel modern untuk melaksanakan pelatihan manajemen ritel bagi para pemilik warung tradisional.

"Tujuannya, mengajak para UMKM (usaha kecil) untuk memahami managemen ritel modern. Ritel tradisional dan modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi," ujarnya.

Member Development PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tri Wiyono menambahkan, untuk mengembangkan para pelaku usaha kecil, pihaknya mendorong agar pelaku lebih memaksimalkan aplikasi resmi, yakni 'alfa mikro'.

"Iya aplikasi ini diharapkan bisa dinikmati teman-teman warung, pedagang tradisional," katanya.

Dikatakannya, aplikasi resmi dari Alfamart itu bisa dimanfaatkan bagi pedagang tradisional sebagai mitra Alfamrat untuk mengembangkan usahanya. Seperti jualan pulsa dan sebagainya.

"Bisa kita kembangkan. Dia bisa terima pembayaran dengan barcode," ujarnya.

Namun, untuk membuat pedagang tradisional ini 'melek' teknologi, termasuk terhadap aplikasi alfa mikro, tentunya itu menjadi tantangan bagi pihaknya untuk terus melakukan pelatihan.

"Perlu proses panjang. Latar belakang pendidikan, umur jadi tantangan bagi pedagang tradisional," pungkasnya.

Baca Lainnya