Jumat, 2 Februari 2018 14:50

500 Lebih Industri di Cimahi Harus Dampingi Minimal Lima SMK di Wilayahnya

Reporter : Fery Bangkit 
Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenprin saat peresmian PT Sukses Investasi Anugrah Propertindo (SIAAP) di Jalan Nanjung, Kota Cimahi, Jum'at (2/2/2018).
Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenprin saat peresmian PT Sukses Investasi Anugrah Propertindo (SIAAP) di Jalan Nanjung, Kota Cimahi, Jum'at (2/2/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kementrian Perindustrian (Kemenprin) Republik Indonesia meminta seluruh industri di Indonesia, termasuk di Kota Cimahi agar melakukan pendampingan minimal lima Sekolah Menengah Kejuran (smk) di wilayahnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenprin, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pendampingan sekolah kejuruan itu merupakan bagian dari program vocational training yang tengah digalakan Kemenprin.

"Tujuannya bagaimana masyarakat sekitar bisa memperoleh pendidikan yang diperlukan oleh industri," ujarnya saat ditemui usai meresmikan PT Sukses Investasi Anugrah Propertindo (SIAAP) di Jalan Nanjung, Kota Cimahi, Jum'at (2/2/2018).

Khusus di Kota Cimahi, ada sekitar 593 indusri besar maupun kecil. Dengan digalakannya vocational training dari Kemenprin, maka ratusan industri tersebut harus membina atau mendampingi sekitar 23 SMK se-Kota Cimahi.

Dikatakannya, melalui pembinaan dari industri, diharapkan akan menambah kualifikasi tenaga kerja lokal Cimahi agar tidak kalah saing dengan pekerja asing.

Tentunya dengan pendampingan di industri, kata Achmad, akan ada keseimbangan antara praktik di lapangan dengan teori yang didapatkan dari sekolah.

"Diharapkan 50 persen itu teori, 50 persen diindustri," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Muhammad Yani mengatakan, maraknya industri di Kota Cimahi bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat. Khususnya soal penyerapan kerja.

Dikatakannya, ia mengharapkan industri yang ada di Cimahi, termasuk PT SIAAP lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, dibanding tenaga kerja asing.

"Tentu dengan catatan spesifikasinya harus kita isi," ujarnya.

Untuk meningkatkan kualifikasi agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan industri, kata Yani, Pemerintah Kota Cimahi, melalui Dinas Ketenagakerjaan pun kini sedang merancang Balai Pelatihan Kerja (BLK).

"BLK nanti akan link and match dengan industri. Bagaimana tenaga kerja ini dapat diberi pembekalan sesuai dengan kebutuhan industri," tuturnya.

Baca Lainnya