Sabtu, 6 Juli 2019 17:17

Ebod Jaya Siap Warnai Sepakbola Nasional. Kang Ebod: Tinggi Badan Pemain Paling Utama, Berikutnya Strategi Latihan Harus Konsisten Diterapkan

Kang Ebod [Permana]

Limawaktu.id - Kondisi sepakbola nasional yang stagnan, mendapat sorotan dari berbagai kalangan pecinta si kulit bundar Tanah Air. Tak terkecuali dari salah seorang pengusaha sukses didunia hobi perburungan, H. Makhfudz Solaiman atau akrab disapa Kang Ebod. Owner Ebod Jaya asal Bandung , yang belakangan mulai merintis di dunia sepakbola nasional. Lahirnya dua klub asal daerah kelahirannya di Jawa Tengah, Persak (Persatuan Sepakbola Kebumen) dan Tjimahi FC Kota Cimahi, Jawa Barat, daerah tempat tinggalnya saat ini, merupakan salah satu bentuk kepedulian sekaligus keprihatinannya terhadap kondisi sepakbola nasional saat ini.

Menurutnya, sepakbola Indonesia saat ini membutuhkan sebuah sistem yang jauh dari “budaya titipan” dan kepentingan diluar teknis. Sudah saatnya tim sepakbola dibentuk berdasarkan kebutuhan tim yang benar-benar murni karena teknis di lapangan. Diantaranya rekrutmen pemain yang obyektif dan manajemen yang transparan.

Hal ini pula yang melatarbelakangi didirikannya dua klub sepakbola binaannya, Persak Kebumen dan Tjimahi FC Cimahi. Berbekal kecintaannya terhadap sepakbola, sebagai salah satu olehraga favoritnya sejak sekolah dulu, ditambah kepedulian dan keprihatinannya atas kondisi sepakbola nasional saat ini, sehingga menimbulkan rasa penasaran dan akhirnya terakumulasi menjadi sebuah keinginan atau cita-cita untuk mendirikan klub dan membentuk tim sepakbola yang ideal menurut kacamatanya.

Persak Kebumen U-17 yang dibentuk tahun lalu, saat ini sudah memasuki tahap pemantapan melalui turnamen-turnamen, sebagai persiapan mengikuti Piala Suratin 2019. Sedangkan Tjimahi FC saat ini baru saja melalui tahap registrasi di Asprov Jabar untuk persiapan mengikuti Liga 3 Jabar, Selain itu, Tjimahi FC juga sedang membentuk tim Suratin (U-17) untuk mengikuti Piala Suratin 2019. “Perekrutan pemain senior maupu yunior dilakukan melalui seleksi terbuka, yang lebih diprioritaskan ber-KTP Cimahi,” tandasnya.

Ketika disinggung, kenapa mau terjun dan buang duit di dunia sepakbola? Kang Ebod menjelaskan, karena ingin mewarnai sepakbola nasional dan menjadi tantangan tersendiri baginya. Soal pembentukan tim sepakbola binaannya, Kang Ebod punya pandangan tersendiri. Diantaranya mengenai fisik pemain, yang menurutnya tinggi badan menjadi pertimbangan utama dalam perekrutan pemain.

“Tinggi badan minimal 170-175 cm. Kenapa harus yang tinggi? Karena akan memudahkan dalam menerapkan strategi di lapangan,” jelasnya.

Setelah tinggi badan, baru kemudian penerapan strategi latihan yang tepat, yang nantinya dipraktekan di lapangan. Berikut ini adalah poin-poin strategi latihan yang harus diterapkan:

1. Kerja sama 1-2 sentuhan.
2. Memanfaatkan lebar lapangan, dengan serangan mulai dari sayap kanan atau kiri.
3. Umpan tarik.
4. Pemain gelandang diasah tembakan luar kotak pinalti ke sudut gawang.
5. Umpan terobosan secara tepat dan akurat (pemain lawan belum sempat balik badan).
6. Setiap pemain memanjakan temen dengan umpan matang.
7. Pemain yang tidak bawa bola, membuka ruang agar mudah menerima umpan.

Jika strategi tersebut secara konsisten diterapkan di latihan, saat bertanding pemain sudah terbiasa. “Saya yakin tim yang menerapkan strategi tersebut bakal unggul dari sisi permainan. Masalah hasil akhir, kita pasrahkan kepada garis tangan kita,” ungkap pemerhati sepakbola nasional, yang kini menjabat sebagai anggota Exco PSSI Askot Cimahi ini.

Berita Terkait