Selasa, 25 Juni 2019 18:17

Selamatkan Padi 5 Hektare, Dispangtan Minta Suplai Air

Para Petani Terpaksa Memanen Padinya Lebih Awal. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi bakal meminta bantuan pengaliran air sementara bagi lahan sawah di Kampung Kiara, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menyelamatkan padi agar tidak gagal panen akibat kekeringan. Seperti diketahui, sejak sebulan terakhir lahan sawah seluas 15 hektare di sana sudah tidak teraliri air. Akibatnya, petani terpaksa panen dini di 10 hektare sawah, sedangkan 5 hektare sisanya terancam belum bisa dipanen karena masih hijau.

Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Supendo Heriyadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi untuk menyalurkan bantuan air ke sawah yang mengalami kekeringan.

"Kita mencoba bagaimana mempertahankan pertanian itu, kita koordinasi dengan DPKP bisa gak memberikan air (ke sawah)," ujar Supendi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, pihak DPKP Kota Cimahi saat ini tengah membicarakan perihal distribusi air ke sawah yang mengalami kekeringan itu. Ditegaskan Supendi, suplai air sangat penting agar 5 hektare padi yang tersisa bisa diselamatkan.

"Sekarang tinggal 5 hektare lagi belum panen. Mudah-mudahan terselamatkan," kata Supendi.

Sementara itu, Kepala DPKP Kota Cimahi Muhammad Nur Kuswandana menegaskan, pada prinsipnya stok air yang dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum Kota Cimahi sangat siap untuk mensuplai kebutuhan masyarakat.

"(stok air) kita masih berlebih. Masih bisa disuplay," ucapnya. 

Berita Terkait