Rabu, 26 Juni 2019 13:25

Gagal Panen Padi juga Mengancam Petani di Bandung Barat

Tanah sawah di Kampung Sinarmukti, Desa Selacau, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi retak-retak karena air tidak mengalir [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dampak kemarau sudah dirasakan para petani di Kampung Sinarjaya, Desa Batujajar dan Kampung Sinarmukti, Desa Selacau, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Lahan sawah yang biasanya mereka garap kini sudah mengering karena tidak teraliri air. Bahkan tanahnya sudah retak-retak. Padi yang kepalang sudah ditanam pun terancam gagal panen.

Elan (60), salah seorang petani menuturkan, musim kemarau sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir. Akibatnya, tanah sawah menjadi retak-retak karena air tidak mengalir. Melihat cuaca seperti ini, kata dia, padi kemungkinan besar akan gagal panen.

"Airnya dari saluran irigasi dari gunung Lagadar. Airnya ada di saluran tapi gak sampai kesini. Sudah begini ya gagal panen," ujarnya, Rabu (26/6/2019).

Menurutnya, usia padi yang ditanam kurang lebih 15 hari lagi menuju panen jika terdapat air. Dengan kondisi tersebut maka padi yang gagal dipanen dibiarkan saja. "Kalau dipaksakan dipanen sekarang juga gak akan bisa da tidak ada isinya," ungkapnya.

Dikatakannya, sawah seluas 250 tumbak tersebut kondisinya sudah mengalami gagal panen. Sehingga jika diberikan kepadanya maka ia bisa segera untuk mengambilnya.

"Kalau dikasih mah mau saya arit," katanya.

Ketua RW 16, Kampung Sinarjaya mengungkapkan memasuki musim kemarau biasa diselangi dengan menanam palawija. Namun saat ini petani memaksakan menanam padi. Sehingga kondisinya saat ini terancam mengalami panen.

"Tos lihat begini mah bisa gagal panen," ungkapnya.

Berita Terkait