Debit Air Menurun, PDAM Tirta Raharja Siapkan Trik Jitu Antisipasi Pasokan Air ke Pelanggan
Limawaktu.id - PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung meminta pelanggan di wilayah Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat agar tak khawatir memasuki musim kemarau ini.
Sebab, meski debit pengolahan air menurun dan berdampak terhadap distribusi air, pihak PDAM Tirta Raharja sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasinya.
Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Sri Hartati mengatakan, salah satu langkah antisipasi di antaranya dengan rekayasa jaringan. Yakni dengan menjadwalkan pasokan aliran air bersih ke pelanggan yang mengalami gangguan, yakni 12 jam sehari.
"Penurunan yang terjadi tidak terlalu signifikan hanya dikisaran 12 persen, dan itu tidak berdampak sampai matinya pasokan air dari PDAM," katanya saat ditemui di PDAM Tirta Raharja, Jln. Kolonel Masturi, Selasa (7/8/2018).
Akibat dampak musim kemarau, air yang diproduksi PDAM Tirta Raharja kini menurun 12%. Bulan lalu, produksi air masih diangka 177 liter/detik, sekarang menurun menjadi 150 liter/detik.
Dampak menurunya debit air sudah dirasakan warga Kota Cimahi. Pelanggan di Kota Cimahi hingga akhir Juni 2018 mencapai 15.778 Sambungan Rumah (SR).
Antisipasi lain yang sudah disiapkan, lanjut Sri, pihaknya sudah menyediakan enam tanki air bersih. Tanki-tanki air tersebut disiagakan untuk didistribusikan ke pemukiman warga yang membutuhkan.
"Kalau membutuhkan suplai air, kita bisa kirimkan. Minimal 10 keluarga (mengajukan). Kalau menghadapi musim kemarau seperti ini, kita tidak jual. Tapi digratiskan," ujarnya.
Jika debit air kembali turun, Sri mengaku akan mengusahakan membuat titik-titik suplai air di Cimahi. Bahkan, untuk warga terdekat bisa langsung mengambil air bersih di kran-kran pengisian air yang ada di kantor PDAM.
PDAM tidak akan membatasi pendistribusian tanki air bersih ke warga atau pelanggan yang membutuhkan, namun semua disesuaikan dengan kemampuan dan ketersedian yang ada. Karena dari enam tanki yang tersedia, dua tanki standby di PDAM untuk penanggulangan darurat.
"Kami bisa kirim dua kali (tanki) sehari. Namun mudah-mudahan ketersedian air bisa stabil dan kembali naik," ujarnya.
Sri pun mengimbau kepada masyarakat agar bisa menggunakan air secara bijak apalagi selama musim kemarau saat ini. Misalnya, dengan menyediakan penampungan air saat masih mengalir, karena dengan adanya rekayasa jaringan ada sebagian wilayah yang distribusi airnya tidak 24 jam. Apalagi menurut perkiraan BMKG, puncak kemarau terjadi dari Agustus hingga September 2018.