Mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih batal menjalani sidang putusan pada Rabu (19/9/2018). Pembatalan dikarenakan ada penetapan majelis yang harus diubah terlebih dulu.

Mantan Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab Subang, Asep Santika dituntut hukuman lima tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider kurungan tiga bulan oleh JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Majelis hakim memvonis terdakwa Asep Hikayat hukuman dua tahun penjara, denda Rp 50 juta, subsider kurungan dua bulan. Vonis yang diberikan majelis lebih ringan enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPU).

Sekretaris Kabupaten Subang, Abdurahman mengakui menerima uang 'paraf' setiap kali menandatangani rekomendasi izin lokasi pendirian pabrik di wilayahnya. 

Eks Bupati Subang Imas Aryumningsih  tengah mengajukan permohonan Justice Collaborator (JC). Menurutnya, itu merupakan hak sebagai warga negara.

Eks Bupati Subang, Imas Aryumningsih dituntut hukuman penjara delapan tahun, denda Rp 500 juta, subsider kurungan enam bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Kepala Badan Pembinaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Bandung Barat.

Para pengusaha yang akan menanamkan modal dan membuka proses perizinan di Kabupaten Subang harus menggelontorkan uang cukup banyak sebagai pelicin agar proses perizinan bisa berjalan mulus.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil anak kandung mantan Bupati Subang Imas Aryumningsih, dr Arya Natasusanda. Arya disebut ikut berperan dalam proses suap perizinan di Kabupaten Subang.

Mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih menjadi saksi dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Asep Santika selaku mantan Kabid Perizinan DPMPTSP Subang

End of Story

No More Page To Load