Sebanyak 229 petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi siap diterjunkan untuk membersihkan sampah saat ramadan dan lebaran 2018.

Komunitas pecinta alam dari Forum Peduli Lingkungan Warlock 40791 mengaku prihatin akan aktifitas buang sampah sembarangan di kawasan hutan.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengungkapkan, volume penumpukan di Kota Cimahi mencapai 300 ton/hari.

Unit Pelaksana (UPT) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengakui, ada beberapa kelurahan di Cimahi yang belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara Sampah (TPS).

Minimnya tempat pembuangan sampah dan kurangnya kesadaran warga membuat pinggir jalan menjadi alternatif warga untuk membuang sampah.

Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, lahan di Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi sudah tak memungkinkan untuk dijadikan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH), Thio Setiowekti menilai, aktifitas pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat Ilegal.

Pemerintah Kabupaten Bandung berharap Tempat Pembuangan Akhir Sampah Legok Nangka, Nagreg, Kabupaten Bandung segera diaktifkan.

Pihak Balai Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) Jawa Barat membenarkan, bahwa para sopir pengangkut sampah dari Kabupaten Bandung Barat sempat mogok beroperasi.

Buruknya akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat dikeluhkan para sopir pengangkut sampah.

End of Story

No More Page To Load