Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT)  Hammam Riza
Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) Hammam Riza [net]
Tekno

Reduksi resiko bencana dapat diatasi dengan penguatan riset dan inovasi teknologi


Limawaktu.id,- Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengungkapkan, Indonesia adalah bagian dari pada cincin api Pasifik, tentu saja ini terbentuk dengan lempengan dari Eurasia, Indo Australia dan Pasifik.

"Secara umum bisa dilihat bahwa segala jenis bencana dapat ditemui di Indonesia. Dari sisi potensi ini yang menyebabkan bahaya utama (main hazard) dan potensi bahaya ikutan (collateral hazard," terangnya, Sabtu (30/1/2021)

Dia melanjutkan, dalam konteks ini BPPT mengupayakan agar reduksi resiko bencana dapat diatasi dengan penguatan riset dan inovasi teknologi untuk menghasilkan berbagai upaya dalam memberikan jawaban terhadap siklus kejadian bencana.

Oleh sebab itu, kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana dalam arti geophisical dan bencana hidrometeorologi seperti gunung meletus, gempa bumi, longsor, tsunami, kebakaran hutan dan banjir," paparnya.

Untuk itu tambah Hammam, BPPT berusaha merespon kejadian bencana tersebut baik yang diawali dengan pra bencana dalam arti melaksanakan upaya riset dan inovasi untuk mitigasi bencana yang menjadi salah satu kegiatan utama BPPT sejak 2019.

Menurut dia, Saat kejadian bencana, BPPT juga berupaya menghadirkan beberapa teknologi tanggap bencana yang sangat dibutuhkan.

"Dalam upaya mendorong hal ini, BNPB sebagai lembaga yang memiliki kewenangan melakukan respon cepat terhadap kejadian bencana membutuhkan inovasi dan hasil dari penguatan riset dan inovasi untuk kebutuhan tanggap bencana," jelasnya

Baca Lainnya