Sabtu, 22 Mei 2021 22:34

Melihat Cara Kerja Sistem Pendingin Cairan di Smartphone, Seperti Apa?

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin
Komponen-komponen pendingin cairan pada smartphone Samsung Note 9.
Komponen-komponen pendingin cairan pada smartphone Samsung Note 9. [Samsung]

Limawaktu.id – Semakin hari, teknologi smartphone semakin canggih dan hebat. Dengan kemampuan dan performa yang meningkat, panas yang dihasilkan tentu juga meningkat. Untuk mengimbanginya, para produsen kini mulai menerapkan sistem pendingin cairan atau “water cooling” di smartphone mereka, layaknya komputer PC.

Melansir dari How to Geek pada Sabtu (22/5/2021), smartphone masa kini dibekali CPU dan unit pengolah grafis (GPU) yang lebih mumpuni daripada PC desktop keluaran lama. Dengan kekuatan besar ini, menjaga temperatur hardware menjadi tantangan bagi para produsen.

Cameron Summerson, pemimpin redaksi Review Geek mengatakan, Samsung dengan model Galaxy S7-nya merupakan produsen pertama yang menerapkan sistem pendingin cairan pada smartphone. Baru-baru ini, Galaxy Note 9 dan Xiaomi Pocophone juga menggunakan sistem pendingin ini.

“Berbeda dari PC, sistem pendingin cairan pada smartphone tidak benar-benar menggunakan cairan asli,” kata Cameron seperti dikutip dari How to Geek.

Ia mengatakan, sistem pendingin pada Galaxy S7 menggunakan pipa termal dari tembaga untuk mengusir panas dari CPU, terutama ketika bekerja berat. Ada setitik kecil cairan di dalam pipa ini yang tidak kasat mata bahkan jika pipanya dibelah.

“Proses pendinginan ini bekerja dengan kondensasi. Ketika prosesor memanas, cairan ini menguap, menjaga CPU tetap dingin. Uap ini kemudian menuju ke ujung lain pipa di mana ia berkondensasi lagi menjadi cairan ketika didinginkan,” katanya.

Ia menjelaskan, proses ini bila dipasangkan dengan Thermal Interface Material (TIM) karbon fiber akan menjadi metode pendinginan hardware smartphone yang efektif. Smartphone-smartphone lain menggunakan sistem yang mirip, namun Samsung mengembangkannya lebih jauh dengan “sistem pendinginan air karbon” pada Note 9.

“Sistem ini memanfaatkan pipa termal yang lebih besar dan menambahkan lapisan tembaga di antara dua penyebar panas untuk menyalurkan lebih banyak panas,” jelas Cameron.

Seluruh sistem pendingin itu, menurut Cameron, bekerja dalam lapisan-lapisan. Tepat di bawah prosesor, ada selapis serat karbon di bawah lapisan tipis tembaga. Di atasnya, ada satu lagi bahan penyalur panas berbahan mirip silikon dan kemudian pipa termal tembaga. Tepat di atas pipa terdapat penyebar panas untuk menjaga agar panas tidak terkumpul di satu titik.

“Smartphone lain juga menggunakan sistem yang mirip. Mungkin tidak sama hebat tapi dasar-dasarnya sama,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer