Kamis, 13 Mei 2021 23:02

Lakukan Hal Ini agar Baterai Smartphone Cepat Terisi

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin
Ilustrasi pengisian ulang daya baterai smartphone.
Ilustrasi pengisian ulang daya baterai smartphone. [pointswithacrew]

Limawaktu.id – Setiap hari, setiap waktu, hampir semua orang di dunia ini mengoperasikan smartphone untuk berselancar di jagad maya, berkomunikasi dengan orang terdekat dan kolega, dan menikmati beragam hiburan seperti musik, video, dan game favorit. Sebagai perangkat mobile, pengoperasian smartphone sangat bergantung pada daya baterai yang tertanam di dalamnya.

Saat digunakan, baterai smartphone akan kehilangan dayanya sedikit demi sedikit. Daya baterai ini akan semakin cepat tersedot bila penggunaannya sangat intens selama beberapa waktu. Setelah daya baterai lemah, pengguna perlu mengisi ulang (charge) baterai hingga mencapai persentase yang cukup untuk dioperasikan kembali.

Bila ingin baterai smartphone cepat terisi, pengguna bisa melakukan beberapa hal simpel agar proses pengisian berjalan cepat tanpa hambatan. Melansir How to Geek, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mematikan smartphone selama proses pengisian ulang daya baterai. Ini dimaksudkan agar smartphone tidak terbebani oleh jalannya aplikasi maupun jaringan seluler yang dapat mempengaruhi kecepatan pengisian.

“Menghela muatan batu bata mendaki bukit akan sangat memperlambat jalan kita. Semakin berkurang muatan batu bata, semakin cepat kita mendaki. Logikanya sama seperti itu,” tulis Joe Fedewa, staf penulis How to Geek, dikutip pada Kamis (13/5/2021).

Lebih lanjut, dengan mematikan smartphone, daya listrik yang mengalir akan teralokasikan seluruhnya hanya untuk pengisian ulang baterai.

Joe mengungkapkan, untuk mendapat kecepatan maksimal saat mengisi ulang baterai, pengguna bisa mencolokkan charger ke stopkontak dinding. Menggunakan port USB laptop atau PC tidak memberikan arus listrik yang cukup untuk pengisian cepat.

“Jika Anda mengisi baterai di port USB, bisa saja muncul pesan “Perangkat Mengisi dengan Lambat”. Kalau ingin memaksimalkan output daya kabel charger, stopkontak dinding adalah pilihan tepat,” ungkapnya.

Terakhir, pria yang telah menekuni bidang teknologi konsumer selama hampir satu dekade itu mengatakan, pengguna sebaiknya tidak menggunakan charger nirkabel atau wireless. Meskipun cocok untuk mengisi daya semalaman, charger seperti itu tidak menjamin kecepatan maksimal. Menurutnya, hal ini dikarenakan charger wireless tidak seefisien charger kabel.

“Energi listrik di wireless charger banyak terbuang percuma menjadi panas, apalagi jika kumparan di dalam baterai tidak pas posisinya dengan kumparan charger. Tidak hanya lambat, ini juga lebih boros listrik,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Topik Populer