Selasa, 20 Juli 2021 11:04

Jumlah Operator Seluler di Indonesia Semakin Menyusut, Ini Penyebabnya

Penulis : Wawan Gunawan
Logo sejumlah operator seluler di Indonesia.
Logo sejumlah operator seluler di Indonesia. [Facebook photo server]

Limawaktu.id – Sekitar 10 tahun yang lalu, dunia komunikasi seluler Indonesia dihiasi berbagai provider Operator seluler prabayar, baik berbasis GSM (Global System for Mobile Communications) maupun CDMA (Code Division Multiple Access).

Sebut saja simPATI dan Kartu As yang merupakan produk dari Telkomsel, IM3 dan Mentari dari Indosat, dan operator lainnya seperti XL, Axis, 3, Esia, StarOne, Fren, dan Smart.

Namun seiring berjalannya waktu, jumlah produk operator seluler di Indonesia semakin sedikit. Ada yang mengalami peleburan dengan operator lain bahkan ada yang tidak mampu bersaing alias bangkrut.

Kabar terbaru, pada 18 Juni lalu Telkomsel melakukan peleburan tiga produk selulernya yakni simPATI, Kartu As, dan Loop menjadi satu operator bernama Telkomsel Prabayar, serta melakukan rebranding.

Dilansir dari Seluler.id pada Selasa (20/7/2021), peleburan yang terjadi pada beberapa operator seluler prabayar ini dikarenakan perubahan segmentasi yang tidak lagi berdasarkan demografi.

Contohnya, simPATI meyasar segmentasi professional dengan jaringan yang luas, Kartu As yang menyasar seluruh masyarakat dengan tarif yang lebih murah, dan Loop yang ditargetkan untuk kalangan muda.

Sejak hadirnya jaringan 4G yang membawa kecepatan internet lebih baik, koneksi internet menjadi kebutuhan vital yang dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat.

Lambat laun layanan dasar berupa voice dan SMS digantikan dengan paket data internet. Segmentasi berdasarkan demografi pun tidak berlaku lagi.

Selain karena perubahan segmentasi, peleburan juga dilakukan sebagai upaya menyederhanakan lini produk.

Seperti XL Axiata yang kini hanya memiliki dua produk yakni XL Prabayar dan XL Pasca Bayar (Prioritas), sebelumnya juga memiliki Jempol dan Bebas yang dilebur pada 2008 silam.

Brand lainnya yang melakukan peleburan adalah Indosat Ooredoo yang sekarang memiliki dua produk yakni IM3 Ooredoo dan Freedom Postpaid, sebelumnya juga memiliki Mentari di sektor prabayar dan Matrix untuk sektor pascabayar.

Berkurangnya jumlah operator seluler yang tersedia saat ini juga disebabkan gulung tikarnya operator berbasis CDMA seperti StarOne, Esia, Fren, Hepi, dan Flexi karena kalah bersaing dengan operator GSM.

Sempat populer di kalangan masyarakat dengan tarif yang lebih murah, operator CDMA pada akhirnya terdesak dalam perang tarif melawan operator GSM, yang rela memangkas tarif agar tidak kehilangan pelanggan.

Pemangkasan ini membuat tarif antar keduanya menjadi tidak jauh berbeda, sehingga banyak pengguna CDMA kembali beralih ke GSM yang memiliki jangkauan lebih luas.

Akibatnya, operator CDMA pun kehilangan pelanggan dan merugi setiap tahun. Imbasnya, Hepi dan Fren dilebur menjadi Smartfren, sementara Flexi, StarOne dan Esia tenggelam.

Baca Lainnya