Jumat, 21 Mei 2021 18:17

23 Aplikasi Android Bocorkan Data Pengguna Lewat Cloud Storage

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin
Ilustrasi kebocoran data pengguna aplikasi Android.
Ilustrasi kebocoran data pengguna aplikasi Android. [appinventiv.com]

Limawaktu.id - Hati-hati menggunakan aplikasi yang memiliki fitur layanan cloud dari pihak ketiga. Pasalnya, beberapa aplikasi Android yang populer diketahui telah membocorkan lebih dari 100 juta data pengguna.

Melansir TechRadar pada Jumat (21/5/2021), kebocoran data itu diketahui oleh para peneliti keamanan, yang menyatakan bahwa penyebabnya adalah kegagalan konfigurasi layanan cloud service pihak ketiga oleh pihak pengembang aplikasi.

Para peneliti menyebutkan, kabar tersebut datang dari studi terhadap 23 aplikasi yang dilakukan Check Point Research (CPR), sebuah vendor intelijen ancaman siber. Hasil studi membuktikan, bermacam jenis data pribadi termasuk email, pesan chat, lokasi, password dan foto telah bocor dan rawan disalahgunakan untuk pencurian identitas dan penipuan.

“Bermacam-macam layanan cloud telah menjadi standar baru dalam dunia pengembangan aplikasi smartphone. Namun, para pengembang kerap mengabaikan aspek keamanan layanan tersebut, konfigurasi, dan kontennya,” kata pihak CPR, seperti dikutip dari TechRadar.

Lebih lanjut mereka mengatakan, pihaknya dapat dengan mudah mengakses data sensitif dari database real-time di 13 aplikasi Android, yang banyak di antaranya sudah menyentuh angka jutaan download.

“Kami juga menemukan kunci untuk notifikasi masuk dan penyimpanan cloud yang terpaut di dalam beberapa aplikasi Android itu sendiri. Jika kunci tersebut jatuh ke tangan penyerang, mereka bisa mengirim konten negatif lewat notifikasi kepada para pengguna,” kata mereka.

Selain itu, mereka juga dapat memperoleh kunci penyimpanan cloud untuk beberapa aplikasi populer yang memungkinkan mereka untuk melihat detail yang para pengguna aplikasi telah mempercayakan pada aplikasi.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer