Minggu, 25 April 2021 20:43

Nostalgia di Sate H. Sarbini Cimahi yang Melegenda

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin

Limawaktu.id – Bila Anda penduduk asli Kota Cimahi yang setidaknya sudah menetap selama dua dekade terakhir, tempat yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi dalam benak, terlebih lagi jika Anda menggemari kuliner sate dan Soto Madura. Ya, tempat yang dimaksud adalah Sate Madura H. Sarbini yang merupakan salah satu tempat legendaris di mata masyarakat Kota Cimahi. Tak hanya itu, rumah makan yang kini terletak di Jalan Amir Machmud No. 561 Cimahi ini sangat terkenal di Kota Cimahi karena sudah dirintis sejak 52 tahun silam, tepatnya pada 1969.

Dahulu tempat ini penuh dengan masyarakat berduit yang menikmati puluhan tusuk sate kambing, sate ayam serta menu-menu lainnya. Para karyawan lalu-lalang melayani pembeli dan mengantarkan pesanan. Sayangnya, kini itu semua tinggal kenangan. Sejak beberapa tahun belakangan, rumah makan ini sepi pelanggan.

Saat tim Limawaktu.id menyambangi tempat ini untuk berbuka puasa pada Minggu (25/4/2021), hanya ada dua dari tujuh meja besar yang ditempati sekitar delapan orang pelanggan. Sisanya tetap kosong melompong menanti pelanggan yang tak kunjung menghampiri.

Sate Madura H. Sarbini sejak awal didirikan telah dijalankan oleh dua generasi secara turun-temurun. Kini kepemilikannya berada di tangan H. Abdullah, yang menceritakan mengenai rumah makan legendaris ini kepada Limawaktu.id.

“Ini dulu punya bapak saya, waktu tahun ’69 ngontrak, baru pindah ke sini tahun ’90 an,” kisahnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya mengipasi tusuk-tusuk sate.

Menurut Abdullah, salah satu keunikan rumah makannya adalah daftar menu yang masih sama saja seperti dahulu. Tidak ada yang bertambah maupun berganti. Mulai dari sate ayam, sate kambing, sate sapi, soto ayam, gulai kambing dan menu makanan lainnya, termasuk beberapa minuman dingin.

“Menu sate itu yang jadi menu utama di sini,” katanya.

Mengenai kondisi saat ini Abdullah mengakui saat ini rumah makannya memang sedang mengalami penurunan jumlah pelanggan. Menurutnya, itu terjadi karena perkembangan kota dan semakin menjamurnya tempat-tempat kuliner yang jauh lebih menarik. Sementara dirinya tetap mempertahankan citra tradisional dan orisinalitas rumah makan ini, yang dari dulu tidak pernah berubah terutama pada menunya.

“Dari buka sampai tutup, sering nggak ada satu orang pun yang datang,” katanya.

Kondisi ini makin diperparah dengan menyeruaknya pandemi COVID-19 yang telah terjadi setahun belakangan. Karyawannya hengkang satu per satu hingga menyisakan dirinya dan istri yang tetap bertahan menjalankan bisnis. Namun ia mengaku tidak menjadikan kondisi saat ini sebagai beban.

“Kita nggak goyah, sekarang niatan kita cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kalau ada yang butuh ya silakan datang, kalau nggak ada ya nggak apa-apa” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai tempat legendaris yang telah berdiri selama puluhan tahun, Sate Madura H. Sarbini tentu menyimpan banyak kenangan bagi mereka yang pernah mengunjunginya di masa lampau. Satu dari sekian banyak kenangan itu rupanya dimiliki oleh salah satu pelanggan, Ny. Gunawan dan keluarga yang sengaja datang jauh-jauh dari Leuwigajah, Cimahi Selatan untuk berbuka puasa. Dirinya mengaku sengaja memilih tempat ini untuk bernostalgia mengenang masa dahulu berpacaran dengan sang suami.

“Di sini punya kenangan tersendiri,” katanya sembari diiringi tawa anggota keluarganya.

Ditanya perihal kenangan yang paling membekas di tempat ini, ia bercerita bahwa dulu ia dan suaminya menyantap sate sembari “dikelilingi” sekelompok anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam yang juga asyik menikmati sate.

“Ceritanya kan sehari habis nikah tuh makan di sini, kebetulan waktu itu tanggal 17 Agustus nah di sini banyak tentara yang makan sehabis upacara di Sriwijaya (Lapangan Sriwijaya, red),” kenangnya.

Baca Lainnya