Rabu, 26 Mei 2021 12:10

Fenomena Indah Ini Terjadi Saat Gerhana Bulan Total

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin
Fenomena bulan berwarna merah darah atau Blood Moon
Fenomena bulan berwarna merah darah atau Blood Moon [Reuters / Mike Blake]

Limawaktu.id – Rabu (26/5/2021) petang nanti, fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) akan menyambangi wilayah Indonesia, tepatnya pada pukul 18.18 WIB.

Tidak seperti Gerhana Matahari yang berlangsung hanya sebentar dan cenderung tidak aman disaksikan mata telanjang, durasi gerhana bulan lebih panjang dan aman dilihat tanpa peralatan tambahan.

"Gerhana Bulan Total ini dapat disaksikan jika kondisi cuaca cerah-berawan dan aman disaksikan masyarakat," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat terjadi gerhana bulan, bulan tidak menghilang sepenuhnya seperti halnya gerhana matahari, melainkan berada dalam bayangan gelap dan cahayanya pun lebih temaram.

Ada beberapa fenomena menarik yang dapat terjadi saat GBT berlangsung, salah satunya Blood Moon atau bulan yang berwarna merah darah.

Menurut Andi Pangerang, Peneliti di Pussainsa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), fenomena Blood Moon terjadi ketika sinar matahari terhamburkan ke arah spektrum merah.

"Oleh karena itu, umbra (bayangan utama) bumi terlihat kemerahan," katanya.

Andi menambahkan, warna merah bulan bergantung pada kualitas udara dan kadar polusi cahaya. Fenomena Blood Moon ini muncul saat kondisi udara bersih dan minim polusi cahaya. Jika kondisinya berkebalikan, bayangan bumi akan berwarna keoranyean.

Selain itu, menurutnya bintang-bintang juga akan terlihat lebih terang karena sinar bulan yang mengalahkan cahaya bintang akan lebih redup.

 

Baca Lainnya