Rabu, 20 September 2017 1:39

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh H.Yadi Srimulyadi

Anggota MPR RI H. Yadi Srimulyadi  sedang menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
Anggota MPR RI H. Yadi Srimulyadi sedang menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan [limawaktu dok]

Limawaktu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H.Yadi Srimulyadi, kembali menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa, (19/9). Namun demikian, Yadi berpendapat bahwa ternyata sosialisasi tersebut masih kurang dan perlu digalakan lebih massif.

"Saya menilai bahwa meskipun MPR terus melakukan kegiatan sosialisasi 4 (empat) pilar kebangsaan tetapi jika kita hanya mengandalkan MPR untuk melakukan sosialisasi maka sampai kapanpun 4 (empat) pilar kebangsaan tidak akan tersosialisasikan dengan luas," kata Yadi usai melaksanakan sosialisasi Pilar kebangsaan.

Yadi mengungkapkan, bahwa selain kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh MPR, elemen-elemen lain dalam masyarakat harus turut membantu dan difasilitasi oleh pemerintah dalam melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, seperti seniman, budayawan, pegiat media sosial dan elemen masyarakat lainnya sehingga akselerasinya lebih luas dan massif.

Menurutnya, pemerintah daerah juga harus berperan aktif dan menyelenggarakan sosialisasi, termasuk juga harus dipikirkan agar bagaimana Kementrian Pendidikan dapat memasukan materi tentang 4 pilar kebangsaan dalam kurikulum belajar mengajar di sekolah-sekolah, sehingga para pelajar mengetahui dan memahami apa itu 4 pilar berbangsa dan bernegara, serta mampu mengamalkannya.

“Kita mengetahui bahwa ada pihak-pihak yang dengan gencar menyebar kebencian dan berusaha memecah belah kehidupan berbangsa, membuat berita hoax yang kemudian disebarkan keberbagai media social, disisi yang lain kesadaran masyarakat akan hal tersebut sangat lemah sehingga turut menyebarkan berita hoax dan gampang terprovokasi oleh berita-berita yang dibuat oleh pihak yang ingin membuat rusuh di Negara ini, jika kesadaran masyarakat sudah tinggi, pemahaman akan 4 (empat) pilar berbangsa dan bernegara baik, tentunya hal ini tidak akan terjadi," paparnya. (lie)