Sabtu, 11 November 2017 22:00

Rentan Isu SARA Saat Pilkada, Pengguna Sosial Media Harus Lebih Bijak

Ketua BMI Kabupaten Bandung, Asep Muhammad, tengah memberikan keterangan isu SARA usai pelantikan struktural BMI Kabupaten Bandung.
Ketua BMI Kabupaten Bandung, Asep Muhammad, tengah memberikan keterangan isu SARA usai pelantikan struktural BMI Kabupaten Bandung. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Penyebaran isu SARA dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) paling rentan terjadi di media sosial, oleh karena itu Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bandung, Asep Muhammad mengajak agar pengguna sosial media bisa lebih bijak dalam mengkonsumsi kabar yang beredar.

"Dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama untuk menangkal kabar yang bisa merusak persatuan," kata Asep saat ditemui di Kantor DPC Kabupaten Bandung, Sabtu (11/11/2017) sore.

Baca Juga : Duh, di Cimahi Sudah Banyak Spanduk Cagub Jabar yang Melanggar Perda

Menurutnya, penggunaan isu SARA mendapatkan kecaman keras dari BMI, karena, penggunaan isu SARA akan melahirkan efek psikologis negatif di masyarakat. "Isu SARA akan membahayakan kehidupan kebangsaan di Indonesia ini, oleh karena itu BMI Kabupaten Bandung mengutuk keras penggunaan isu SARA dalam Pilkada saat ini," tegasnya.

Lebih lanjut lagi Asep mengungkapkan, pihaknya tidak menginginkan fenomena SARA di Pilkada Jakarta, tak terbawa ke Jawa Barat. Sehingga, akan menyebabkan isu agama lah yang paling tajam untuk menggoyang kebhinekaan. Apalagi, katanya, Jawa Barat akan melaksanakan pemilihan Gubernur.

"Di Jawa Barat ini, kasus intoleransi masih tinggi, baik yang dilakukan secara terbuka maupun yang secara sistematis, ada kemungkinan menyusup ke Kabupaten Bandung juga, apabila terjadi, maka akan merusak moral kawan-kawan hingga akar rumput," paparnya.(lie)*

Baca Lainnya