Selasa, 2 April 2019 14:49

Peserta Sosialisasi 4 Pilar Khawatir dengan Turunnya Nilai-nilai Kebangsaan  

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id - Menurunnya budaya dan etika masyarakat Indonesia menjadi keprihatinan para peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota MPR RI Agung Budi Santoso di  Pasar Sae Sarijadi Kecamatan Sukasari Kota Bandung belum lama ini. Para peserta menilai peran generasi muda lebih didorong dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan. 

Dalam paparannya, anggota MPR RI Agung Budi Santoso mengatakan, dibutuhkan keteladanan dari para pemimpin dan orang tua agar generasi muda bisa mencontoh hal-hal yang baik didalam kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga : Empat Pilar Kebangsaan Ampuh Tangkal Perpecahan

"Pepatah mengatakan, guru kencing berdiri murid kencing berlari. Jika para pemimpin dan orangtua tidak memberikan teladan dalam memperlihatkan perilaku yang baik, maka generasi muda akan mencontoh hal-hal yang kurang baik," katanya. 

Agung mengajak warga Kota Bandung untuk lebih mengimplementasikan lagi nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan nyata. 

Baca Juga : Empat Pilar Jadi Perekat Persatuan Bangsa 

"Mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan bisa dimulai dari diri kita sendiri," katanya. 

Anggota Jaga Bumi Gegerkalong H. Mulyana mengaku termotivasi kembali dengan adanya sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan anggota MPR RI Agung Budi Santoso. Sebab, saat ini nilai nilai etika dan budaya sudah mulai luntur dikalangan masyarakat. 

"Alhamdulillah kami jadi termotivasi kembali dengan sosialisasi seperti ini," paparnya.   

Hal yang sama disampaikan narasumber sosialisasi Septian Andi. Menurutnya sudah saatnya pemuda penjadi pelopor dalam gerakan penanaman nilai-nilai kebangsaan di masyarakat. Generasi muda akan menjadi pelopor dalam perilaku yang sesuai dengan 4 pilar kebangsaan ini. 

Sementara Ramadhan Satria Wicaksana mengajak generasi muda untuk mensukseskan Pemilu 2019 dengan menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019. 

"Pemuda yang 50 persennya adalah pemilih harus menggunakan hak pilihnya agar nantinya lahir pemimpin yang bisa membawa Indonesia kearah lebih baik," katanya.

Baca Lainnya