Rabu, 7 April 2021 17:47

KPPI Kota Cimahi Bertekad Kembalikan 30 Persen Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Pengurus Cabang Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI)  Kota Cimahi bertekad mengembalikan kembali keterwakilan 30 persen perempuan di Lembaga legislatif Kota Cimahi yang pernah tercapai pada Pemilu 2014 lalu. Hal itu disampaikan Ketua KPPI Kota Cimahi Aida Cakrawati Konda disela Rapat Kerja KPPI Kota Cimahi, di The Edge Super Blok, Jalan Baros Kota Cimahi pada Rabu (7/4/2021).

Menurut Aida, Saat ini ada 13 orang perempuan yang menjadi Anggota DPRD Kota Cimahi atau sudah mencapai 28 persen dari 45 orang  anggota DPRD Kota Cimahi. Pada 2014 lalu, keterwakilan 30 persen perempuan ini pernah tercapai di DPRD Kota Cimahi hasil Pemilu 2014 lalu, namun karena adanya PAW akhirnya hanya 28 persen saja.

“Pada 2014 lalu ada 14 anggota DPRD Kota Cimahi hasil Pileg, tetapi salah satunya terjadi  PAW  oleh laki-laki sehingga turun menjadi 13 orang atau 28 persen dari  45 anggota DPRD,” sebutnya, Rabu (07/4/2021).

KPPI Kota Cimahi selain  bertekad untuk mengembalikan Kembali 30 persen keterwakilan perempuan di Lembaga legislative, pihaknya jua menargetkan akan ada 15 sampai 20 orang perempuan  yang menjadi anggota DPRD Kota Cimahi di Pemilu 2024 mendatang. Hal itu dilakukan, mengingat jumlah penduduk perempuan dan laki-laki di Kota Cimahi persentasenya sama, sehingga sangat wajar jika keterwakilan perempuan ini bisa setara. 

Dia menjelaskan, untuk menuju target tersebut, KPPI Kota Cimahi akan melakukan pelatihan-pelatihan kepada mereka yang akan terjun di Pemilu 2024, sehingga kaum perempuan mampu berbicara didepan masyarakat, mampu meyakinkan dirinya didepan masyarakat, dan  membawa isu atau kepentingan perempuan sehingga masyaralat paham kenapa harus ada wakil perempuan di legislatif.

Sementara, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana sangat mendukung adanya KPPI di Kota Cimahi, agar kesetaraan gender dapat diwujudkan di Kota Cimahi. Pasalnya,  wanita atau perempuan itu sederajat dengan laki-laki wanita sejajar dan tak kalah dengan laki-laki.

“Kami mendukung adanya peningkatan keterwakilan perempuan di Lembaga legislative sebagai implementasi dari emansipasi wanita dibidang politik,” pungkasnya.  

 

Baca Lainnya

Topik Populer