Jumat, 23 Februari 2018 18:39

Buka-bukaan Panwaslu Kota Cimahi Soal Sosialisasi Pilgub Jabar

Reporter : Fery Bangkit 
Sosialisasi Pojok Pengawasan Partisipatif Kepada Masyarakat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018 di Hotel Endah Parahyangan, Jum'at (23/2/2018).
Sosialisasi Pojok Pengawasan Partisipatif Kepada Masyarakat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018 di Hotel Endah Parahyangan, Jum'at (23/2/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Ketua Panwaslu Kota Cimahi, Yus Sutaryadi mengakui memiliki keterbatasan dalam melakukan sosialisasi terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 kepada elemen masyarakat.

Atas hal itu Panwaslu Kota Cimahi harus merangkul semua elemen masyarakat agar informasi tentang pemilu, khususnya Pilgub Jawa Barat 2018 bisa lebih menyeluruh. Sebab, sosialisasi juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang pendidikan politik terhadap masyarakat.

"Sehingga kita melaksanakan sosialisasi itu sebagai peluang edukasi dan sebagai tempat komunikasi masyarakat," ujar Yus Sutaryadi usai melaksanakan sosialisasi di Hotel Endah Parahyangan, Jum'at (23/2/2018).

Ia mengatakan, sosialisasi akan semakin gencar dilakukan oleh KPU, Panwaslu maupun Bawaslu dengan tujuan agar masyarakat tahu persis penyelenggaran pemilu tahun 2018 itu.

Menurutnya, jika masyarakat sudah paham terkait pemilu, sosialisasi itu dianggap termasuk berhasil.

"Sehingga partisipasi masyarakat selain memiliki hak pilih juga memiliki hak mengawasi" katanya.

Yus melanjutkan, pengawas pemilu kini memiliki Pojok Pengawasan Partisipatif. Ruang itu bisa dijadikan sebagai sarana informasi dan pendidikan politik masyarakat.

"Pojok pengawasan tidak hanya menerima data-data tentang pengalaman kepemiluan, tapi juga memuat jumlah statistik dan pelanggarannya" jelas Yus.