Senin, 27 November 2017 17:48

Wawasan Kebangsaan Siswa Menurun, Pelajaraan Kewarganegaraan & Agama Perlu Dimaksimalkan

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi
Ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Pengamat Pendidikan, Khaerul Syobar memiliki pandangan bahwa pendidikan atau Wawasan Kebangsaan di kalangan Siswa mengalami kemunduran.

Bahkan, generasi muda terutama siswa lebih mudah menerima ideologi dan budaya asing, daripada wawasan kebangsaan negeri sendiri. Padahal, ideologi dan budaya asing tidak sesuai dengan Pancasila dan budaya Indonesia.

"Ada degradasi (penurunan) sehingga sekarang perlu dicas kembali. Wawasan kebangsaan kan sekarang sudah Menurun," ujar Khaerul saat dihubungi via telepon, Senin (26/11/2017).

Menurutnya, ada beberapa penyebab merosotnya wawasan kebangsaan di kalangan pelajar. Di antaranya pengurangan mata pelajaran seperti kewarganegaraan dan tentang akhlak atau agama di sekolah.

"Terutama tentang pemahaman pancasila," ucapnya.

Selain itu, kata Khaerul, perkembangan era digital pun sangat mempengaruhi penurunan wawasan kebangsaan para generasi mudah, khususnya pelajar. Pada era keterbukaan dan digital saat ini tentu kita harus dapat menangkap perkembangan dan perubahan karakter bangsa.

Saat ini, kemampuan deteksi dini dan cegah tangkal pun harus dimiliki masyarakat, terutama generasi muda kita yang populer disebut generasi millennial, dalam menghadapi budaya asing yang berlawanan dengan Pancasila.

Atas berbagai permasalahan tentang wawasan kebangsaan, Khaerul berharap pemerintah bisa lebih gencar lagi mengedukasi wawasan kebangsaan siswa, salah satunya dengan memaksimalkan mata pelajaran kewarganegaraan dan agama di sekolah.

"Saya juga berharap pemerintah (memasukan kembali PPKN dan Agama) menajdi kurikulum yang tetap. Kita hargai semua mata pelajaran dengan baik," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan mengatakan, wawasan kebangsaan pelajar di Kota Cimahi menjadi perhatian khusus pihaknya. Sebab, hal tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang juga tengah digalakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Akan digalakan terus-menerus kepada siswa, sehingga saat dewasa memiliki jiwa nasionalisme," katanya.
Untuk memperkuat wawasan kebangsaan siswa, kata Dikdik, pihaknya akan memaksimalkannya lewat kegiatan ekstrakulikuler. Selain tentunya lewat pembelajaran di dalam kelas.

"Contoh, kita sekarang sedang merancang program , setiap pagi itu ada proses menaikan bendera Indonesia, dengan menugaskan beberapa siswa,'" ujarnya. (kit)*

Baca Lainnya

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Setuju

28 November 2017 11:22 Balas