Senin, 4 Desember 2017 13:06

Surat Hoax Fatayat NU Dinilai Sumbu Politik Jelang Pilkada 

Reporter : Jumadi Kusuma
Arlan Sidha, S.Ip., M.A., Pengamat Politik Unjani
Arlan Sidha, S.Ip., M.A., Pengamat Politik Unjani [limawaktu]

Limawaktu.id, - Viral dan beredarnya surat Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Bandung Barat  nomor 02/C/PCF.NU/XI/2017 tertanggal 26 November 2017 tentang permohonan bantuan beras kepada pimpinan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan surat terbuka nomor 08/C/PCF.NU/XI/2017 tertanggal 01 Desember 2017 yang berisi klarifikasi terkait hal tersebut dibantah dan dinyatakan hoax oleh PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat. 

"Bahwa Pimpinan Cabang Fatayat NU Bandung Barat tidak pernah membuat dan mengeluarkan kedua surat tersebut dan menyatakan kedua surat tersebuat adalah hoax," tulis surat pernyataan PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat nomor 11/C/PCFNU/SP/XII/2017 tertanggal 13 Rabiul Awal 1439 H/ 2 Desember 2017.

Baca Juga : Fatayat NU Bandung Barat Diserang Hoax

Menanggapi hal tersebut Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Cimahi, Arlan Sidha, S.Ip., M.A. menyatakan, "Jika dilihat dari statement PC Fatayat NU sudah bisa kita pastikan bahwa kudua surat tersebut hoax, selain memiliki mekanisme pembuatan surat dan rules dalam organisasi, saya rasa hal tersebut memang janggal untuk dilakukan oleh Fatayat NU Bandung Barat," katanya saat dihubungi limawaktu.id, Senin (4/12).

Lebih lanjut Arlan mengamati fenomena tersebut tidak terlepas dari situasi politik Kabupaten Bandung Barat yang saat ini menghadapi Pilkada Serentak 2018, "Bisa saja ada orang dengan kepentingan lain membuat suasana di Bandung Barat terpecah dan ini bagian dari testing water oleh oknum apakah isu SARA bisa dimainkan, karena Bandung Barat yang notabene banyak pesantren bisa saja menjadi sumbu meluasnya isu tersebut".

"Harus segera dan secepat mungkin melakukan klarifikasi kepada masyarakat agar hal yang tidak benar tidak menyebar kemudian jika ini terbukti hoax perlu aparat penegak hukum mengungkap dan menangkap siapa dibalik surat tersebut", saran Arlan.

Arlan berharap masyarakat tidak mudah percaya dan harus melakukan kroscek atas semua yang beredar dimedia sosial, "Jika hasil kroscek menunjukan hoax maka segera lawan balik hoax tersebut agar tidak menyebar dan membuat resah masyakrakat yang lain", pungkasnya. (jk)

Baca Lainnya

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Eummm

4 Desember 2017 22:22 Balas