Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Siapa Pendukung RINDU (RK - Uu) ?

Reporter : Mahya Lengka
Pasangan RINDU.
Pasangan RINDU. [Instagram]

Ini hanya sebuah pengamatan, berdasarkan konfigurasi partai-partai pengusung. Hasil akhirnya adalah nanti, saat pencoblosan Pilgub Jabar sudah selesai, yakni tanggal 27 Juni 2018. Jangan anggap serius tulisan ini. Toh hanya pengamatan semata.

Pada awal pencalonannya sebagai calon walikota Bandung pada tahun 2013, Ridwan Kamil diusung oleh Gerindra dan PKS. Karenanya basis awal Pendukung RK adalah para pendukung dan simpatisan kedua partai ini. Pada awal kepemimpinannya sebagai walikota Bandung, Bandung menjadi Tuan Rumah Konferensi Asia Afrika dan RK mendapatkan kesempatan luas untuk sering tampil di hadapan publik. Jargon Bandung Juara makin dikenal, dan menjadi brand-nya hingga sekarang.

Banyak yang mengapresiasi RK, termasuk dari kalangan non pendukung dua partai di atas. Sesuai perkembangan waktu, basis pendukung RK membesar. Jika semula hanya mengandalkan para simpatisan dan pendukung Gerindra dan PKS, maka seiring dengan popularitasnya yang makin tinggi, pendukungnya meluas. Bahkan, sejumlah partai mulai menggadang-gadangnya sebagai calon gubernur Jabar. Malah ada kalangan yang mendorongnya mengikuti kontestasi Pilgub DKI 2017 yang lalu, namun tidak jadi.

Dinamika politik terjadi. Di antaranya, partai Nasdem secara dini telah mendeklarasikan RK sebagai cagub dari partai ini. RK menerimanya, karena Nasdem tidak mensyaratkannya harus menjadi kader partai. Namun penerimaan RK terhadap deklarasi Nasdem ini berakibat hilangnya dukungan dari dua partai sebelumnya. Gerinda dan PKS tak lagi mendukung dan mengusungnya. Di sisi lain, PDIP yang sebelumnya dikabarkan berminat mengusung RK, urung mengusungnya karena deklarasi Nasdem ini.

Dan kini, mulai tanggal 8 Januari 2018, peta dukungan bagi Ridwan Kamil sudah jelas. Ia diusung oleh Nasdem, PPP, PKB dan Hanura. Pada saat yang sama ia kehilangan basis dukungan dari Gerindra-PKS di satu sisi dan PDIP di sisi yang lain. Gerindra-PKS mewakili kelompok basis utama pendukung Prabowo, sementara PDIP mewakili kelompok utama basis yang lainnya, pendukung Jokowi. Dan RK kehilangan kedua-duanya, karena kedua kelompok pendukung tersebut mengajukan pasangan calon sendiri, yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Gerindra-PKS-PAN) dan TB Hasanudin-Anton Charlian (PDIP).

Lalu, dari manakah basis pendukung RK-UU yang disingkat RINDU itu? Saya mencoba menjawabnya dengan berkaca pada kekuatan figur pada Pilpres 2014 lalu, di mana saat itu ada tiga sosok dominan, yakni Jokowi, Prabowo dan SBY. Mayoritas pendukung Prabowo jelas akan memilih pasangan Asyik (Ajat-Syaikhu). Akan tetapi, sebagian (kecil) dari mereka memilih Rindu. Inilah pendukung Rindu yang pertama, yakni sebagian Muslim formalis, tetapi tidak begitu besar.

Basis kedua adalah sebagian pendukung Jokowi, yang direpresentasikan oleh empat partai pengusungnya, yakni PPP, PKB, Nasdem dan Hanura yang sama-sama mendukung Jokowi. Hanya saja, mayoritas pendukung Jokowi di Jawa Barat tidak memilih RK. Karena mayoritas mereka akan mendukung pasangan Hasanah (Hasanudin-Anton). RK-Uu hanya mendapatkan dukungan sebagian saja dari para pendukung Jokowi, itu pun dibagi kepada pasangan 2DM. Namun, pasangan Rindu masih tetap kebagian dukungan mereka juga.

Kemudian, karena pasangan Rindu diusung oleh PKB dan PPP yang merupakan representasi Muslim tradisionalis, maka basis pendukung Rindu berikutnya adalah sebagian kalangan Muslim tradisionalis. Kalangan Muslim tradisionalis tidak akan memilih pasangan Asyik; mereka akan tersebar kepada dua pasangan lain, yakni pasangan Rindu dan 2DM.

Jadi, jika disimpulkan, ada tiga basis pendukung pasangan Rindu. Yakni, (1) sebagian kecil pendukung Prabowo, (2) sebagian (agak besar) simpatisan Jokowi, dan (3) sebagian kalangan Muslim tradisionalis (yang merupakan basis pendukung Uu).

Akan tetapi, sebenarnya ada basis keempat yang cukup besar dan berpengaruh bagi kemenangan. Hanya saja, basis ini diperebutkan oleh keempat pasangan calon. Yakni, kalangan kaum milenial. Kalangan ini akan menjadi rebutan yang sengit bagi keempatnya. Artinya, pasangan Rindu bisa meraih dukungan dari sebagian kaum milenial, entah seberapa besar, karena akan tersebar kepada empat pasangan.

Yang jelas, ada dukungan besar lain yang tidak bisa diambil oleh pasangan Rindu, apalagi pasangan Asyik dan Hasanah. Yakni, dukungan dari kekuatan figur SBY, yang partainya mengusung pasangan Deddy-Dedi (2DM). Nah, melihat peta dukungan bagi keempat pasangan calon, nampaknya faktor SBY ini akan sangat menentukan.

Kita lanjutkan uraiannya dalam artikel selanjutnya, tentang Peta Pendukung 2DM.

Baca Lainnya