Sabtu, 3 Maret 2018 12:52

Ratusan Juta Hoaks "Disebar" MCA Setiap Hari?

Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Penulis: Muhammad Alwi, Trainer Pendidikan Positif

Satu anggota Muslim Cyber Army (mca) bisa sebar 150.000 hoaks, kalau anggota MCA itu 100.000 saja, maka ada 15.000.000.000 (15 Milyar Hoaks). Artinya betapa negeri ini dipenuhi dengan Hoaks. Dan masyarakat kita dijejali dengan informasi terbalik. Astaghfirullah.

Baca Juga : Tips Mengenal Informasi Hoaks di Media Sosial dan WhatsApp

Sejak tahun 2014 saat Pilpres Jokowi vs Prabowo negeri ini terbelah, dibandingkan sebelumnya.

Isu sara dan Agama dimainkan sedemikian rupa, kelompok-kelompok muslim tertentu (saya katakan tertentu, karena sebenarnya tidak mewakili secara umum) melakukan koordinasi, konsolidasi. Karena memang sedikit banyak mereka sudah membina itu cukup lama.

Kecerdasan dan modal intelektualitas mereka cukup baik, dibandingkan sebagian lainnya. Lalu karena apa sulit dipastikan, mereka seakan menjadi "hero" menampilkan diri sebagai pejuang untuk membela ummat islam dan melakukan hal-hal yang dianggap perlu untuk membela ummat islam.

Kekalahan Probowo terhadap Jokowi dan settingan "waham", Jokowi anti Islam dan Probowo cs Islami adalah sebuah waham, kebodohan dan berfikir sangat sempit serta logika biner.

Mungkin karena mereka cerdas dalam sains tetapi wawasan kurang (karena ada pemisahan pendidikan Agama dan Sains), maka 'cara berfikirnya' adalah kuantitatif, biner, dan kurang perspektif.

Islam dan perjuangan Islam hanya diukur dengan ukuran-ukuran statistik. Agama hanya diukur dengan ritual-ritual aksesoris (pakaian, jenggot, sholat tepat waktu, mengaji, jamaah dan lain sebagainya). Pemahaman tentang Islam-Negara, Islam dan Masyarakat Plural, Kontruksi kebenaran Islam yang menyejarah, relativitas kebenaran, Sejarah Islam jarang disentuh atau tidak terfahami.

Lebih mudah berfikir halal-haram, Islam-Kafir/Munafiq, Islami-Bid'ah. Wilayah-wilayah irisan, abu-abu sangat sulit mereka pahami.

Disinilah mereka mudah dibawa dengan 'idealisme Islam' yang sangat sederhana atau disederhanakan, yang sebenarnya realitasnya tidak jelas atau bohong. Contohnya, ide khilafah (HTI, ISIS masuk dikampus-kampus), negara Islam, partai Islam, juga perjuangan Islam (al Qaeda, ISIS, Jabha Nusra, Mujahidin dielu-elukan).

Karena ingin membantu Islam, atau ada niatan lainnya, kelompok-kelompok ini yang cenderung 'intelek' dengan berfikirnya biner (zero one game), melakukan apapun termasuk mengkonsolidasi jaringan media hoaks semacam MCA itu.

Sayangnya semua itu dianggap dengan niatan membela Islam, melakukan jihad media dan diangankan mendapatkan pahala. Sangat-sangat Mirip dengan Kaum Khawarij.

Abdurahman bin Muljam itu penghafal Al Qur'an, tetapi karena sempitnya cara berfikirnya, al Qur'an hanya (tahfidz) di hafal tanpa didalami maknanya, akhirnya dengan niatan mencari pahala, mendapatkan surga, dan niatan membantu atau membela Islam. Dia merencanakan dengan berbagai upaya dan menebas Khalifah ke-4 (Khalafaur Rasyasidin) Ali Bin Abi Thalib.

Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (QS.Al-Kahfi:103) (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (QS.Al-Kahfi:104).

Mudah-mudahan kita bukan termasuk yang seperti itu.

Islam mengajarkan kepada kita, bukan menang-kalah, karena ada akhirat. Islam mengajarkan pakem-pakem dalam Islam, serta dalam memperjuangkannya.

Bila tidak seperti itu, maka sebenarnya itu bukan Islam, apalagi dikatakan memperjuangkan Islam.

Baca Lainnya