Rabu, 13 Desember 2017 16:04

Pilgub Jabar 2018 Skema Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

ilustrasi
ilustrasi [pixabay]

Penulis : Dr. Muradi, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) UNPAD Bandung.

Limawaktu.id, - Momentum elektoral Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 sudah semakin dekat. Resonansi politik yang dipancarkan pun kian terasa dan kentara. Namun, sejumlah persoalan politik masih tak kunjung terselesaikan.

Di level kandidasi calon, rajutan koalisi partai politik (Parpol) masih belum menemukan format yang terbilang pasti. Sejumlah nama yang digadang-gadang akan ikut meramaikan palagan pemilihan, masih tersandera oleh konstelasi politik nasional di level Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parpol masing-masing.

Berkaca pada fenomena tersebut, tak berlebihan kiranya jika Pilgub Jabar dikatakan sebagai bagian dari skema politik nasional yang berelasi kuat dengan momentuk politik: Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Selain proses kandidasi calon oleh partai politik, momentum elektoral Pilgub Jawa Barat juga diramaikan dengan sejumlah isu terkait dengan basis elektoral dari setiap calon. Basis massa yang mampu menjadi kanal suara, seringkali berdiri diametral dengan isu kapasitas dan kapabiltas calon yang ramai diperbincangkan di ruang publik.

Karena irisannya yang begitu kental dengan dinamika politik nasional, Pilgub Jawa Barat juga dapat dilihat sebagai bagian dari pertarungan perebutan massa pemilih terbesar di Indonesia.

Dengan kata lain, siapa yang memenangkan pertarungan di Jawa Barat, dia sudah selangkah lebih maju dengan bekal yang cukup untuk maju dalam pertarungan di level nasional.

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

OK siiiip

13 Desember 2017 23:24 Balas