Kamis, 21 September 2017 14:43

Pesan dari Asih Putera Saat Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439

Reporter : Fery Bangkit 
Pesan dari Asih Putera Saat Peringatan Tahun Baru Islam  1 Muharram 1439
Pesan dari Asih Putera Saat Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 [limawaktu dok]

Limawaktu - Umat Muslim di dunia, termasuk Indonesia pada Kamis (21/9/2017) tengah memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1439 Hijriah.

Di Kota Cimahi, peringatan Tahun Baru Islam yang diinisiasi oleh Yayasan Asih Putera menggelar Kirab Muharram, yang diikuti 5.000 peserta, yang terdiri dari para siswa Asih Putera dan masyarakat umum.

Ketua Yayasan Asih Putera, Dadang Kosasih menegaskan, Kirab Muharram bukan merupakan ritual keagaamaan, tapi moment yang harus dimanfaatkan untuk mensyiarkan Islam.

"Kita ingin masyarakat tahu bahwa tahun baru kita itu sebetulnya Tahun Baru Hijriah, bukan Tahun Baru Masehi," ujarnya, saat ditemui disela-sela Peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah di Lap. Pussen Arhanud, Jln. Sriwijaya Raya, Cimahi, Kamis (21/9/2017).

Kirab kali ini, 5.000 orang siswa dan masyarakat umum berjalan kaki dari MTS Asih Putera, Jalan Daeng Ardiwia menuju Lapangan Pussen Arhanud, Jalan Sriwijaya Raya.

Moment jalan kaki sejauh 5 kilo meter dimaksudkan untuk mengingat kembali peristiwa hirjah Nabi Mumammad saw dari Mekkah ke Madinah, untuk pengembangan Islam yang lebih kuat.

"Semangat itu harus selalu ada di setiap kaum muslimin muslimat sampai akhir zaman," kata Dadang.

Ia beranggapan, hijrah bukan hanya sekedar pindah tempat saja, melainkan perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Dimatanya, saat ini hijrah dijadikan tameng dalam perkembangan Islam.

"Jadi, marilah kita mengoreksi diri sendiri, menghisab diri sendiri. Setiap saat kita seharusnya lebih baik dari tahun sebelumnya," tandasnya.

Untuk itu, lanjut Dadang, peran orang terdekat seperti keluarga, para tokoh masyarakat dan pimpinan sangat dibutuhkan dalam perkembangan pengetahuan anak soal Islam yang sebenarnya.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk memagari Umat Islam, terutama generasi penerus agar tidak mudah terpengaruh melalukan hal yang negatif.

"Islam itu harus memberikan keberkahan alam. Kita tidak lagi mengkonotasikan bahwa Islam itu teroris, keras radikal, tidak!. Sebetulnya Islam itu sangat toleran," tegas Dadang. (kit)

Baca Lainnya