Minggu, 29 Oktober 2017 6:19

Penyebar Isu SARA dalam Pilkada Ancaman Kebhinekaan

Reporter : Jumadi Kusuma
Dadang Rusdiana (kedua dari kiri) Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Hanura, saat menjadi narasumber pada
Dadang Rusdiana (kedua dari kiri) Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Hanura, saat menjadi narasumber pada "Dialog Wawasan Kebangsaan Pemuda" di Rumah Makan Setuju Utama 1 Desa Gunung Masigit, Kec. Cipatat KBB, Sabtu (27/10/2017). [limawaktu]

Limawaktu, - Isu SARA (Suku Agama Ras Antar Golongan) pada Pilkada DKI yang dijadikan alat kampanye hitam dalam momentum politik mengancam nilai kebangsaan dan menjadi pelajaran berharga jelang Pilkada Serentak 2018. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No.2 Tahun 2017 tentang Organisasi Massa (Ormas) yang saat ini telah disahkan DPR RI menjadi undang-undang adalah salah satu upaya negara mengantisipasi politisasi isu SARA.

Disahkannya Perppu Ormas menjadi undang-undang itu salah satu upaya DPR RI dalam regulasi untuk antisipasi dimainkannya isu SARA oleh ormas dalam berbagai momentum politik seperti Pilkada. Demikian pernyataan Dadang Rusdiana Anggota Komisi X DPR RI Fraksi hanura saat jumpa pers selepas acara Dialog Wawasan Kebangsaan Pemuda, di Rumah Makan Setuju Utama 1, Desa Gunung Masigit, Kec. Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (28/10/2017).

"Ormas yang memainkan isu SARA dan mengganggu ketertiban, keamananan dan Kebhinekaan maka pemerintah punya alat untuk membubarkan mereka, Perppu itu membidik kelompok radikalis komunis dan radikalis sayap kanan seperti ISIS yang biasa memanfaatkan momentum politik seperti Pilkada DKI, mereka menunggangi situasi emosional massa dengan cara yang luar biasa, dan harus dihentikan.

Perppu merupakan jawaban untuk menjaga NKRI dan bangsa ini, mereka plesetkan seakan akan bentuk sikap pemerintah yang anti islam, mereka benar-benar kurang ajar, tandasnya.

"Perbedaan suku dan agama, kebhinekaan itu sebuah keniscayaan dan merupakan ??anugrah dari Allah buat Indonesia, tidak boleh menjadi hambatan harus jadi kekuatan", pungkasnya. (jk)*

Baca Lainnya