Senin, 18 Desember 2017 19:11

Pendidikan Agama Rendah, Perilaku Anak Menyimpang

Reporter : Fery Bangkit 
Illustrasi
Illustrasi [Pixabay]

Limawaktu.id - Psikolog Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Cimahi dr. Miryam Aryadne Sigarlaki menilai, perilaku menyimpang remaja yang melakukan hubungan intim hingga hamil mencerminkan pendidikan agamanya masih rendah.

Selain itu, kedekatan anak dengan orang tua juga menjadi faktor yang menyebabkan banyak kasus kehamilan di luar nikah terjadi. Hingga puncaknya, ketika seorang anak perempuan hamil di luar nikah, akan memilih aborsi atau membuang dan membunuh bayi yang dikandung karena hubungan terlarang.

"Mereka mau kembali ke orangtua atau ke orang terdekat, akan memiliki pikiran takut ditolak dan justru diasingkan. Apalagi masyarakat juga memiliki peran yang cukup siginifikan dalam keseharian seseorang," kata Miryam, Senin (18/12/2017).

Dikatakannya, langkah preventif yang sangat mungkin dilakukan, terutama oleh orang tua terhadap anak-anaknya, yakni dengan pendidikan seks di keluarga. Diakuinya, saat ini pendidikan seks dalam keluarga masih merupakan hal yang jarang disampaikan orangtua.

Selain itu, nilai-nilai keagamaan juga sangat penting untuk ditanamkan pada anak sejak dini. Kombinasi pendidikan keagamaan dan pendidikan seks, akan membentuk pola pikir anak lebih terjaga dari hal-hal yang negatif.

"Orangtua sekarang ini bisa dikatakan harus mulai konsern dengan pendidikan seks dan penanaman akidah. Karena saat remaja, anak-anak itu akan mampu memilah mana yang baik dan tidak. Sebab pada masa remaja itu mereka sedang mencari jati diri," ungkapnya.

Ditegaskan oleh Miryam, orangtua yang memiliki anak, harus meluangkan banyak waktu untuk berkomunikasi. Kehadiran seorang ayah dalam keluarga juga sangat signifikan sebagai role model anak.(kit)

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuuuuh miriis

18 Desember 2017 23:49 Balas