Kamis, 28 September 2017 9:23

Pelajar Marah Usai Nonton Film G 30 S/PKI di Soreang

Ribuan siswa SMP, SMA dan  Satuan Kerja Perangkat Daerah Nobar Film G 30 S/PKI
Ribuan siswa SMP, SMA dan Satuan Kerja Perangkat Daerah Nobar Film G 30 S/PKI [limawaktu dok]

Limawaktu,- Salah seorang siswi SMP Negeri 1 Margahayu, Putri mengaku sangat marah setelah nonton film G 30 S/PKI yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bekerjasama dengan Kodim 0609/Kabupaten Bandung di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kab. Bandung, Rabu (27/9).

Diakui Putri, dirinya sangat marah. Pasalnya, film tersebut sangat sadis, sehingga banyak pembantaian yang tidak bermoral sedikitpun. "Setelah nonton film ini, kita harus lebih baik lagi, jangan muda terprovokasi dan diadu domba oleh orang lain," terangnya.

Nobar tersebut dihadiri ribuan siswa perwakilan dari sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan juga masyarakat.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser mengatakan, pemutaran film ini penting ditonton kembali oleh masyarakat dan juga pelajar, untuk mengetahui sejarah kelam yang pernah 'menyelimuti' Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Penting untuk mengetahui sejarah. Karena sejarah guru terbaik, ditanamkan kepada masyarakat khususnya pelajar. Apalagi ini kan sudah ada intsruksi dari Presiden dan Panglima TNI " kata Dadang saat ditemui sebelum nobar di Gedung Budaya Sabilulungan.

Dadang menjelaskan, dengan nonton film tersebut supaya kejadian pada 30 September 1965 itu tidak terjadi lagi di kemudian hari. "Tanpa mengedepankan perdebatan soal kebenarannya. Apalagi ini kan sudah ada intsruksi," jelasnya.

Sedangkan Dandim 0609 Letkol Arh. Andre Wira Kurniawan menerangkan, kegiatan ini diputar untuk memberikan pelajaran tentang sejarah bangsa indonesia dan tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 lampau.

"Intinya buat pembelajaran kepada generasi muda agar mereka tahu kejadian penghianatan 30 S/PKI terjadi. Pemutaran film tersebut telah digelar di sejumlah desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung.

"Kalau di Soreang dan sekitarnya kan dipusatkan di Gedong Budaya, di setiap desa, kecamatan, koramil dan pondok pesantren. Kalau ada yang akan menyaksikan lagi, silahkan ajukan pada Koramil terdekat," ungkapnya. (lie)