Sabtu, 18 November 2017 21:51

MUI KBB Himbau Da'i Muda Hindari Isu SARA dalam Berdakwah

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KBB, KH. Muhammad Ridwan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KBB, KH. Muhammad Ridwan. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah didepan mata. Isu Suku Agama Ras Antar Golongan (SARA) dalam kampanye harus diwaspadai bersama karena merendahkan kualitas demokrasi dan mengancam pilar kebangsaan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KBB, KH. Muhammad Ridwan, menghimbau para da'i muda untuk tidak memasuki isu SARA karena rawan dan bisa menimbulkan aksi reaksi.

"Bicara yang baik, jangan menghantam tapi membina, bukan memukul tapi merangkul. Dalam berdakwah itu ada aturannya, harus bijaksana dan memberi penerangan yang baik, harus bijak menerima berita-berita yang sekira merepotkan, harus disaring, harus tabayun sebagaimana diajarkan dalam al-Qur'an", kata Kyai, yang ditemui Limawaktu.id disela-sela Kegiatan Bimbingan Teknis Da'i Muda se-Kab. Bandung Barat Tahun 2017, bertempat di Graha A.H. Pane Hotel Panorama, Lembang KBB, belum lama ini.

Senada dengan hal itu Bupati Bandung Barat H. Abubakar dalam sambutannya menyatakan kemerdekaan Indonesia lahir dari berbagai suku, bahasa dan agama yang diikat dengan Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

"Alhamdulillah, para ulama besar terdahulu saat merumuskan Pancasila dengan rela menghapus kalimat melaksanakan syariat agama untuk menghindari gejolak, karenanya Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI itu sudah final, untuk itu kedepankan 4 pilar kebangsaan tersebut dalam berdakwah," (jk)*