Jumat, 15 Desember 2017 12:59

Mental dan Lingkungan Pengaruhi Seseorang Korupsi

Reporter : Jumadi Kusuma
Rusdi Effendi, Sekretaris Jendral  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jawa Barat
Rusdi Effendi, Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jawa Barat [limawaktu]

Limawaktu.id,- Kasus dugaan Korupsi di Indonesia sudah memprihatinkan. Betapa tidak, hampir di semua kalangan hal itu seolah menjadi budaya, yang dampaknya sangat merugikan banyak orang.

Dari sudut pandang seorang aktivis pegiat anti koripsi, akar masalah korupsi adalah mental yang dibentuk oleh lingkungan serta pendidikan keluarga. Setidaknya itu yang menjadi kesimpulan seorang aktivis, Rusdi Effendi, Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jawa Barat.


Dua puluh empat tahun Rusdi Effendi bekerja di PT. Dirgantara Indonesia (DI) Bandung sebagai sales manager, kini setelah pensiun dia pun aktif dalam organisasi non-pemerintah (NGO) yang bergerak dalam bidang pemberantasan korupsi tersebut.

Saat bersama limawaktu.id berbincang santai di Taman Bandung City Hall halaman kantor walikota Bandung, diapun berucap, selama saya bekerja di PT. DI sering mendapat cobaan masalah uang dan hebat benar, jika kita tidak korupsi tapi lawan kita yang mengiming-iminginya. “Saya pernah menangani proyek sistem komputerisasi senilai Rp. 1,5 miliar di Jawa Timur, setelah presentasi dan negoisasi, kepala dinasnya minta dua kwitansi dengan alasan jika tidak seperti itu tidak dapat apa-apa," katanya.

Menurut Rusdi, akar masalah korupsi adalah mental yang dibentuk oleh lingkungan serta pendidikan keluarga, "Bapak saya dulu pegawai negeri kecil, tapi mengajarkan saya tentang kejujuran dan selalu berpesan untuk tidak memberi makan anak-anak dengan uang haram hasil korupsi", kenangnya.

Terkait fenomena korupsi dalam tubuh pemerintahan, hal itu sangat berkaitan dengan Sumber Daya Manusia. "Dalam pandangan kami mungkin karena rantai birokrasi panjang dan jika diefisiensikan terkendala SDM (Sumber Daya Manusia). Yang dapat dilakukan pemerintah, minimal mengurangi korupsi karena kalau dituntaskan dalam waktu dekat itu tidak mungkin karena bukan hal yang gampang merubah mental itu, sistem tidak pernah salah tapi manusia dibelakangnya. Kuncinya menurut saya, pendidikan yang baik walaupun mahal", pungkasnya mengakhiri obrolan.(jk)