Senin, 15 Januari 2018 10:02

Menakar Pilwalkot Bandung 2018

Ilustrasi
Ilustrasi [Net]

Oleh : Dr. Wawan Gunawan, Direktur Eksekutif Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung.

Membaca Peta Pilkada Kota Bandung 2018, salah satunya dapat dilakukan melalui atau dengan cara melihat  jumlah kursi dari parpol pengusung masing-masing pasangan calon, demikian pernyataan Dr. Wawan Gunawan Direktur Eksekutif Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung.

Berdasarkan urutan kursi maka urutan pertama diduduki oleh Yossi Irianto - Aries Supriatna dengan 24 kursi dari gabungan koalisi PDIP, Nasdem, Hanura dan PPP.

Pasangan Nurul Arifin - Chairul Yaqin Hidayat 13 kursi dari gabungan Golkar, Demokrat, PKB dan PAN serta Perindo yang tidak memiliki kursi. Pasangan Oded M. Danial - Yana Mulyana juga 23 kursi dari PKS dan Gerindra serta PBB tanpa kursi. Dari jalur independen ada pasangan Dony Mulyana Kurnia - Yayat Rustandi dengan mengantongi dukungan 250 ribu e-KTP.

"Kalau berdasar banyaknya Parpol pendukung maka Nurul- Chairul terhitung di sokong 5 parpol yaitu Golkar-Demokrat-PKB-PAN-Perindo kemudian pasangan Yossi-Aries dengan didukung 4 parpol yaitu PDIP-Nasdem-Hanura-PPP, lalu disusul oleh pasangan Oded-Yana dg disokong 3 parpol yakni PKS-Gerindra-PBB", jelas Wawan.

Jika melihat itu semua maka peluang terbesar ada pada pasangan Yossi-Aries dengan catatan mesin partai bekerja ekstra dan relawan solid-militan utk memenangkan pasangan tersebut.

Berdasarkan popularitas jelas Nurul Arifin lebih terkenal di wilayah publik tapi Yossi dan Oded terkenal di kalangan birokrat,  walau ASN harus netral tapi harus diperhitungkan keluarganya yang sudah memiliki hak pilih. Setidaknya Yossi dan Oded lebih terkenal dibanding Nurul dalam menjalankan tugasnya di wilayah birokrasi pemerintahan. Keluarga ASN dan mungkin juga ASN nya sendiri dukungan akan terbelah.

Tinggal kemudian bagaimana pasangan Yossi - Aries menggarap ceruk suara dari pemilih pemula. Dalam konteks ini maka gaya pendekatan nya harus menyesuaikan dengan kebiasaan anak-anak zaman now yakni bagaimana nama Yossi- Aries nempel terus di benak hati dan kepala para pemilih pemula.

Pendekatannya harus lebih bergaya dan berselera  anak muda melalui dunia gedget dan sejenisnya. Ruang dunia maya atau medsos harus dipenuhi oleh images Yossi - Aries harus diposisikan sebagai bagian dari dunia para pemilih pemula, bukan sebaliknya. Jangan sekali kali para pemilih pemula dianggap sebagai bagian dari Yossi-Aries tapi Yossi-Arieslah yg menjadi bagian dari pemilih pemula.

Jika pendekatanya masih bergaya Orba yakni mengandalkan simpul dan ketokohan maka akan berakibat fatal bagi pasangan ini. Kampanyenya harus gaya baru dengan strategi dan inovasi yang sejalan dengan budaya zaman sekarang.

Zaman Orba jika simpul parpol menyatakan mendukung maka hampir bisa dipastikan parakader dan simpatisan akan satuhu alias mendukung tapi zaman sekarang bisa jadi simpul parpolnya setuju tapi parakader dan simpatisan parpol tersebut ingkar alias memilih calon yang lain yang tidak segaris dengan kebijakan partai.

Baca Lainnya