Sabtu, 23 September 2017 2:38

Kata Yusril, Umat Islam Harus Punya Kekuasaan Politik

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra berfoto bersama usai Dialog 100 Tokoh Jawa Barat
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra berfoto bersama usai Dialog 100 Tokoh Jawa Barat [limawaktu dok]

Limawaktu.id, - Negara berdasar Pancasila, adalah negara yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam sehingga umat Islam harus berada di barisan terdepan dalam membela dan membangun bangsa. Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Bintang Bulan (PBB) Yusril Ihza Mahendra, saat Dialog 100 Tokoh Jawa Barat dengan Yusril Ihza Mahendra, yang digagaas Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat di Bandung, Jum'at (22/9).

Menurut Yusril, Umat Islam Indonesia harus membangun kekuatan politik untuk membela bangsa dan negara dari setiap upaya infiltrasi untuk melemahkannya.

"Pentingnya umat Islam mempunyai kekuasaan politik agar mampu mengarahkan perjalanan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik di masa depan," ungkapnya.

Dikatakan Yusril, jika umat Islam acuh tak acuh kepada politik Islam, bahkan mendukung kekuatan politik sekular apalagi berhaluan kiri atau liberal, maka cita-cita pendiri bangsa untuk membangun negara berdasarkan Pancasila akan makin jauh, sehingga, sekularisme dapat menenggelamkan Pancasila," kata Yusril.

Jika umat Islam tidak memegang tampuk kekuasaan politik, lanjut Yusril, maka Pancasila ditafsirkan sedemikian rupa untuk kemudian dibenturkan dengan ajaran2 Islam. Pengalaman sejarah tahun 1959-1965 menurutnya, membenarkan adanya pembenturan Islam dengan Pancasila itu.

Akibat pembenturan itu, ucapnya maka yang menguat adalah Komunisme. Padahal sejatinya justru Komunislah yang bertentangan dengan Pancasila. Karena itu, Yusril mengingatkan generasi Islam agar kritis dalam memahami sejarah bangsa, khususnya terkait dengan ancaman kegiatan PKI dan Komunisme di masa yang lalu."Islam, tidak mungkin dapat dikompromikan dengan Komunisme," paparnya. (lie)