Minggu, 24 September 2017 16:25

Isu PKI Jangan Jadi Komoditas Politik

Reporter : Jumadi Kusuma
Ulama muda NU KH. A. Dasuki
Ulama muda NU KH. A. Dasuki [limawaktu dok]

Limawaktu.id,- Isu PKI yang memanas saat ini mendapat tanggapan dari KH. A. Dasuki, ulama muda NU yang tinggal di Rajamandala Cipatat KBB. Saat dihubungi disela kegiatan Pelatihan Enterpreuner Pesantren yang diselenggarakan PW NU Jabar di Talaga Bodas, Kota Bandung (24/9).

Menurutnya, isu PKI yang muncul tahunan khususnya pada setiap bulan September jangan sampai terus membuat kontraproduktif bagi penguatan agenda kebangsaan yang jauh lebih strategis dalam kerangka menegakkam visi keadilan, dan kedamaian semua komponen bangsa.
"Isu bangkitnya PKI jangan sampai hanya menjadi komoditas politik golongan tertentu untuk mengganggu stabilitas berbangsa dan bernegara, " terangnya.

Untuk itu sebagai sebuah bangsa kita tidak boleh setback kebelakang. Kita harus membangun rekonsiliasi nasional yang lebih substansional dan kultural. Di tingkatan grassroot sebenarnya sudah lama terjadi rekonsiliasi yang sifatnya kultural, melupakan dendam-dendam masa lalu yang tidak produktif, Isu kebangkitan PKI semakin menguat khususnya menjelang hajatan politik 2018-2019.

Terkait nobar yang digagas Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Mama Haji Dasuki menyatakan "aksi nonton bareng film G30 S PKI boleh-boleh saja dilakukan sebagai satu perspektif dalam melihat sejarah". Tapi kedepan tentu harus ada suatu film yang lebih merpresentasikan berbagai perspektif yang ada tentang kejadian tersebut. "Cara pandang terhadap suatu kejadian sejarah bisa lebih komprehensif dan disesuaikan dengan semangat zaman yang kian berubah.," jelasnya.

Lebih lanjut Dia menghimbau jamaah NU agar senantiasa tenang, tidak terprovokasi dengan isu-isu temporer yang justru akan merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Sambil proaktif dalam menjalin dan memperkuat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah). (jk)*