Jumat, 23 Februari 2018 17:54

Isu PKI dan Bangkitnya Parpol Keluarga Cendana

Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Penulis: Dr. Wawan Gunawan, Dosen Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Jendral Achmad Yani (UNJANI) Cimahi.

Partai Garuda dan Partai Berkarya yang disinyalir reinkarnasi dari kekuatan Orde Baru tidak ada yang aneh dan wajar saja. Tidak aneh karena siklus kekuatan politik selalu terjadi di negara manapun. Wajar saja sebab semua kekuatan politik yang Orde Lama dan Orde Baru memiliki peluang dan kesempatan yang sama dalam iklim demokrasi untuk bangkit.

Dan yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana meningkatkan kualitas masyarakat untuk cerdas dan kritis saat memaknai dinamika politik yang sedang terjadi agar tidak menjadi korban isu yang belum jelas kebenaranya.

Isu kebangkitan PKI, isu anti Islam, isu pro Cina selalu dijadikan bahan propaganda oleh kelompok yang resisten bahkan yang anti terhadap pemerintahan yang sah.

PKI sebagai organisasi sebagai partai dan institusi itu berbeda dengan pengurus dan kader PKI. Sebagai partai ibarat belati maka jika belati telah digunakan untuk menikam banyak orang maka sang belati tidak pernah bersalah, sebab yang bersalah dan harus bertanggung jawab adalah orang yang menggunakan belati itu, yang biadab itu orangnya bukan partainya.

Meningkatkan kualitas kesadaran masyarakat untuk kritis rasional dan obyektif dalam menyimak perkembangan politik di tanah air, itu yang penting. Sebab akan ada filter yang dapat menyaring setiap isu atas fenomena yang berkembang.

Tentu akan ada sebagian masyarakat yang katakanlah rindu akan suasana seperti zaman orba dan itu hak mereka untuk merindukannya. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Kegelisahan yang terjadi sekarang adalah soal liberalisasi yang sudah menjadi panglima.

Zaman orba pemerintahan kuat, apapun dapat dikendalikan oleh pemerintahan. Sekarang rakyat tidak memiliki kepastian. Dalam teori good governance ada tiga variabel dalam sebuah negara yakni pemerintah, swasta, dan masyarakat. Nah, sekarang posisi masyarakat sangat lemah baik dihadapan pemerintah maupun dihadapan pengusaha.