Jumat, 20 April 2018 15:47

Hakikat Agama adalah Kemanusiaan

Reporter : Jumadi Kusuma
Kunjungan Yai Said ke komunitas Budha Tzu Chi di Taipe-Taiwan.
Kunjungan Yai Said ke komunitas Budha Tzu Chi di Taipe-Taiwan. [Limawaktu]

Sumber: Teras Kyai Said

Indonesia merupakan suatu negara yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama, budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda antar setiap wilayahnya. Keberagaman yang dimiliki Indonesia ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang unik bagi negara lain.

Baca Juga : Maklumat Bersama PB Nahdlatul Ulama dan PP Muhammadiyah

Keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia menyebabkan susunan masyarakatnya menjadi plural. Menjadikan masyarakat Indonesia terdiri dari banyak etnis dan agama yang berbeda-beda. Ada yang menganut agama Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, Kristen katolik, dan Khonghucu. Dengan keanekaragaman yang ada, harusnya Agama sebagai pranata sosial mempunyai peranan penting dalam menata kehidupan masyarakat dalam bernegara.

Namun sayangnya, Agama dalam satu sisi dipandang oleh pemeluknya sebagai sumber moral dan nilai, sementara di sisi lain dianggap sebagai sumber konflik. Karena pemeluk Agama acap kali menampakkan dirinya sebagai sesuatu yang berwajah ganda.

Baca Juga : Azan, Konde dan Cadar, Menolak Ekstrimisme dalam Agama dan Kebangsaan

Dalam arti, Agama pada satu waktu memproklamirkan perdamaian, jalan menuju keselamatan, persatuan dan persaudaraan. Namun pada waktu yang lain pemeluk Agama menempatkan dirinya sebagai provokator dalam menyebarkan konflik dan pertikaian dengan mengedepankan sentimen keagamaan.

Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, tentunya konflik antar agama akan sering terjadi dan sulit untuk dihindari. Oleh karena itu NU selaku Ormas Islam berupaya untuk terus menjalin komunikasi dengan semua Agama, bahkan semua elemen masyarakat agar Agama benar-benar menjadi inspirasi sosial dalam mempertahankan keharmonisan dan memperjuangkan kemanusiaan.

Yai Said pernah berkata :
“Jadi agama apapun yang diturunkan oleh Tuhan sebenarnya untuk memperkuat hubungan yang harmonis diantara kita semua sebagai manusia. Percuma ada agama jika tidak mengajarkan keharmonisan dalam bermasyarakat,”

Maka janganlah perbedaan agama, bahasa, suku, budaya dan adat istiadat ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik.

Mari Jadikan perbedaan tersebut sebagai alat pemersatu bangsa ini, baik dengan sesama ummat Muslim atau dengan ummat beragama lainya.

Baca Lainnya