Selasa, 10 Oktober 2017 11:00

GP Ansor KBB Tangkal Radikalisme

Reporter : Jumadi Kusuma
Cecep Nedi Sugilar, ketua GP Ansor KBB.
Cecep Nedi Sugilar, ketua GP Ansor KBB. [Foto: Jumadi Kusuma]

Limawaktu.id, - Radikalisme atas nama agama yang kian mengkhawatirkan dan merusak pilar kebangsaan menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan islam rahmatan lil'alamin semisal Nahdlatul Ulama (NU). Tidak ketinggalan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang merupakan organisasi sayap NU.

Seperti yang diutarakan ketua GP Ansor KBB, Cecep Nedi Sugilar, yang ditemui di halaman Masjid Agung Rajamandala, Cipatat KBB, belum lama ini. Cecep mengatakan gejala radikalisme agama semakin menguat akhir-akhir ini dikarenakan informasi yang kian deras dan melalui media sosial yang dipenuhi kebohongan atau hoax. Selain itu faktor kemiskinan juga merupakan sebab menjamurnya radikalisme.

PC NU & PC GP Ansor Bandung Barat

Untuk menangkal dan mengantisipasi hal tersebut, GP Ansor KBB yang memiliki tidak kurang 5000 anggota yang tercatat dan ranting yang tersebar di 165 desa se-KBB melakukan berbagai upaya diantaranya kaderisasi yang bertujuan membentuk kader yang terpimpin, terdidik dan terlatih dengan faham ahlussunnah wal jamaah (aswaja) dan menebar Islam rahmatan lil alamin.

Dalam bidang ekonomi, GP Ansor berusaha meraih kemandirian dengan mendirikan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Ansoruna dan Lembaga Pelatihan  dan Keterampilan (LPK) yang melatih kader memiliki keahlian untuk hidup mandiri.

Dibawah kepemimpinan Cecep yang kesehariannya berprofesi sebagai guru yang bersahaja, GP Ansor KBB berhasil meraih berbagai penghargaan diantaranya dari Pimpinan Pusat GP Ansor yang menganugrahkan GP Ansor KBB termasuk kualifikasi lima besar se-Indonesia pada tahun 2014. Selain itu juga penghargaan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) KBB, sebagai Organisasi Kepemudaan (OKP) terbaik. "Penghargaan itu diraih atas dasar aktifitas dan jaringan kader yang merata sampai ke pelosok desa," ujar Cecep. (jk)*