Sabtu, 2 Desember 2017 20:54

Figur Populer Menjadikan Parpol Hanya Kendaraan

Dr. Wawan Gunawan, Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Unjani
Dr. Wawan Gunawan, Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Unjani [Ist]

Limawaktu.id, - Figur yang merasa mempunyai tingkat popularitas yang tinggi seringkali hanya butuh partai politik sebegai kendaran saja untuk bisa mencalonkan diri terutama figur yg memang bukan kader partai, demikian pernyataan Dr. Wawan Gunawan, Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Kota Cimahi, Sabtu (2/12).

Menurut Wagoen (sapaan akrab Wawan Gunawan) fenomena tersebut merupakan akibat dari dua sebab, "Dikarenakan undang-undang mensyaratkan sang calon harus diusung oleh parpol dengan minimal sejumlah kursi di parlemen, walaupun ada jalur perseorangan akan tetapi jalur independen terlalu berat syaratnya, selain itu kebanyakan parpol minus kader berkualitas bahkan tidak sedikit kader yang terjerat korupsi", kata Wagoen yang juga alumnus S3 Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.

Alasan lainnya karena sang calon berpikir bahwa partailah yang membutuhkan dirinya sehingga partai tidak bisa mengendalikan sang calon, "Bukan saja karena sang calon memang bukan kader dari partai pengusung semata, juga karena sang calon berfikiran bahwa sekali menyerahkan diri kepada partai maka selamanya partai akan mendikte dirinya", pungkas Wagoen kepada limawaktu.id.

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Setuju.......... Selama ini fungsi partai apa??, kalo setiap pilkada mencalonkan bukan kader -,-

2 Desember 2017 21:46 Balas