Senin, 4 Desember 2017 10:36

Fatayat NU Bandung Barat Diserang Hoax

Saiful Huda Ems (SHE). Advokat yang saat ini menjadi Kuasa Hukum dari Kementrian Hukum dan HAM RI yang melayani gugatan HTI di PTUN Jakarta Timur.
Saiful Huda Ems (SHE). Advokat yang saat ini menjadi Kuasa Hukum dari Kementrian Hukum dan HAM RI yang melayani gugatan HTI di PTUN Jakarta Timur. [Ist]

Penulis : Saiful Huda Ems

Limawaktu.id, - Menulis surat resmi dari sebuah organisasi itu jelas sudah ada aturannya, dan bila itu tidak diperhatikan maka sangat bisa jadi itu adalah surat palsu. Terlebih lagi Ketua Fatayat NU Bandung Barat sudah memberikan penjelasan berupa bantahan, bahwa surat dari Fatayat NU Bandung Barat yang berisikan permintaan beras dan yang ditujukan pada Pimpinan Gereja Kristen Indonesia (GKI) untuk  kegiatan bakti sosial tersebut menyebar ke masyarakat luas bukanlah dikirim darinya. 

Bagi saya ini adalah fitnah nyata yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, yang ingin membusukkan Ormas NU, khususnya Fatayat NU Bandung Barat di mata masyarakat.

Pilkada serentak 2018 tak lama lagi akan dimulai, politisi oportunis yang berkolaborasi dengan kaum fundamentalis radikalis akan mengulangi lagi kesuksesannya untuk memenangkan Pilkada dengan cara mengeksploitasi isue-isue SARA. 

Jawa Barat yang secara kultur dan sejarah pilitiknya mempunyai banyak basis-basis pendukung Islam Garis Keras, seperti sisa-sisa pengikut dan keturunan DI/TII, akan mudah sekali tersulut kemarahannya oleh isue-isue SARA tersebut. Apalagi pucuk pimpinan pemerintahan provinsi Jawa Barat dinahkodai oleh dua kader partai politik yang berasal dari PKS, yang merupakan representasi dari aliran politik Islam Garis Keras.

Penyebaran berita-berita hoax yang sangat merugikan kelompok-kelompok Nasionalis Moderat Religius seperti adanya peredaran surat palsu yang beredar di masyarakat, dan yang menggunakan nama Fatayat NU Bandung Barat tersebut, harus segera dilaporkan ke polisi untuk diburu dan ditemukan siapa pelakunya. Ia harus dimintai pertanggungjawaban dihadapan hukum agar kejadian serupa bahkan yang lebih besar persoalan dan akibatnya tidak terjadi lagi. 

Ormas Nahdlatul Ulama beserta organisasi otonom underbownya, tidak hanya merupakan tiang beton raksasa yang menopang bangunan toleransi kerukunan beragama di negeri ini, melainkan juga sebagai pagar beton yang melindungi NKRI dari serangan ideologi-ideologi Takfiri yang sarat dengan penyesatan dan kekerasan.

Jika kita sebagai masyarakat yang cinta tanah air dan keharmonisan dalam berhubungan antar pemeluk agama tidak turut serta melindungi nama baik organisasi-organisasi yang setia pada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI seperti NU dan organisasi-organisasi otonom yang bernaung di bawahnya, maka jangan berharap NKRI masih akan tetap ada di beberapa tahun mendatang. Menyelamatkan NU berarti menyelamatkan Indonesia. (She)

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuh

4 Desember 2017 5:35 Balas