Jumat, 5 Oktober 2018 17:36

Dedi Mulyadi Sebut Prabowo Subianto Tak Perlu Mundur dari Pilpres

Reporter : Iman Mulyono
Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Jumat (05/10).
Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Jumat (05/10). [istimewa/limawaktu]

Limawaktu.id, BANDUNG - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) Jawa Barat sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Prabowo Subianto tak perlu mundur dari ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal tersebut disampaikan Dedi menyikapi desakan Prabowo mundur lantaran hoax atau berita bohong Ratna Sarumpaet.

Dikatakan Dedi, kontestasi Pilpres 2019 harus berlangsung secara sportif dan jangan diwarnai desakan mundur terhadap salah satu Capres. Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak tidak perlu mendesak Prabowo Subianto mundur dari proses demokrasi Pilpres 2019.

"Kita harus mampu membedakan antara masalah Ibu Ratna Sarumpaet dengan Pak Prabowo. Itu jelas berbeda," kata Dedi di Bandung, Jumat (05/10).

Dedi menjelaskan, kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet merupakan masalah pribadi. Akan tetapi, Dedi menyebut perhatian publik rupanya tertarik, hingga masalah tersebut berkembang menjadi hoax. Menurutnya, pengakuan Ratna Sarumpaet harus tetap mendapat apresiasi.

"Tapi perilaku politik yang gak mengedepankan pikiran dan hati juga harus diakhiri. Harus ada penyadaran sebenarnya. Peristiwa ini tentunya memberikan petunjuk kepada publik tentang siapa yang pantas memimpin Indonesia," kata dia.

Diungkapkan dia, kualitas kepemimpinan harus diukur berdasarkan integritas dan kemampuan seseorang dalam memimpin. Tentunya, lanjut Dedi, hal tersebut tercermin dari nilai-nilai moral yang dipertontonkan kepada publik.

"Jadi gak bisa asal satu golongan kemudian menjadi rujukan kebenaran, lalu kemudian dikonsumsi secara masif melalui layar kaca dan sosial media. Akhirnya kan kebenaran itu membuktikan dirinya sendiri," kata dia.

Dedi menuturkan, pasca drama penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet berakhir, kata Dedi, perhatian masyarakat harus sudah beralih kepada pengungkapan kasus hukum. Tentunya, lanjut dia, jika terbukti bersalah, harus segera mendapatkan sanksi.

"Kita sama-sama melihat, bukan hanya kasus hoax. Ada kasus lain seperti kesamaan nomor rekening untuk pembayaran bedah plastik dengan rekening untuk bantuan bencana. Seluruhnya harus diurai dan fokus, biarkan hukum membuktikan semuanya," kata dia.

Baca Lainnya