Sabtu, 21 April 2018 17:07

Analisis Psikolog Soal Jualan Miras di Cigugur Tengah, Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Adanya dugaan warung yang menjual Minuman Keras (miras) di sekitar RW 18 Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi diyakini membuat warga resah dan risih.

Apalagi, bila lingkungan itu memiliki lingkungan yang agamis dan menjunjung tinggi nila-nilai kebudayaan.

Baca Juga : Ahli Psikologi : Minuman Oplosan Dianggap Hiburan Murah

Hal tersebut diutarakan Ahli psikolog Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, dr. Miryam Ariadne Sigarlaki saat dihubungi via pesan singkat, Jum'at (20/4/2018).

"Hal itu dapat merusak dan memberikan dampak negatif. Apalagi sudah ada korban yang meninggal," kata Miryam saat dihubungi via pesan singkat, Sabtu (21/4/2018).

Berdasarkan pantauan dari jarak jauh, salah satu warung penjual Miras di sekitar. Cigugur Tengah itu sekilas memang seperti warung biasa. Hanya nampak di depannya jajanan atau camilan.

Menurut Miryam, hal itu hanyalah semacam kamuflase untuk menutupi bahwa warung tersebut menjual Miras. "Si penjual tau bahwa (menjual Miras) dilarang, sehingga melakukan perbuatan seperti itu (kamuflase)," tuturnya.

Dikatakannya, jika si penjual tahu bahwa menjual Miras dilarang namun tetap menjual, itu biasanya terdesak karena kebutuhan ekonomi. Hal yang dilihatnya, kata dia, keuntungan yang menggiurkan.

"Ya, iya tidak akan peduli yang penting keuntungan," tandasnya.

Baca Lainnya