Selasa, 9 Januari 2018 17:17

Ahli Psikologi : Minuman Oplosan Dianggap Hiburan Murah

Reporter : Fery Bangkit 
Illustrasi
Illustrasi [Pixabay]

Limawaktu.id - Ahli Psikolog Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dr. Miryam Aryadne Sigarlaki menilai, masih banyaknya warga yang mengonsumsi Miras Oplosan atau minuman racikan karena mereka mengangap hal tersebut sebagai Hiburan Murah.

Miryam menegaskan, mereka yang mengkonsumsi miras oplosan tertekan dengan kondisi ekonomi mereka dan mencari alternatif untuk melepas masalah.

"Rasanya kalau dilihat dari sebagian besar kasus itu latar belakangnya karena keadaan ekonomi," kata Dosen Psikologi Unjani tersebut saat dihubungi via pesan singakat, Selasa (9/1/2018).

Seperti diketahui, akhir pekan kemarin, sembilan dari 11 orang tewas akibat menenggak minuman racikan bahan kimia, seperti alkohol, byclin, hydro. Bahan kimia tersebebut dioplos dengan kuku bima energy drink dan air mineral.

Sembilan pemuda tersebut tewas setelah menjalani perawatan karena mengeluhkan mual dan sakit di dada.

Menurut Miryam, orang yang menenggak miras oplosan atau minuman racikan biasanya lebih cenderung sudah tidak memiliki tujuan hidup dan frustasi. Frustasi bisa dipengaruhi faktor ekonomi.

"Frustrasi adalah rasa kecewa karena seringnya mengalami kegagalan, goal yang ingin dicapai biasanya tidak bisa diraihnya," jelasnya.

Selain itu, lanjut Miryam, faktor lingkungan juga mempengaruhi kebiasaan negatif tersebut. Mereka yang biasa bergaul dan melakukan hal seperti mengoplos miras akan merasa ketagihan.

"Mereka sudah terbiasa kecanduan, namum tidak ada biaya, nah jadi dioplos," tuturnya.

Menurut Miryam, jalan terbaiknya ialah, mereka harus dibekali ilmu dan iman. Sehingga bisa menghadapi berbagai persoalan yang menimpanya.

"Dan tidak putus asa atau frustrasi," tandasnya.  (kit)*

Baca Lainnya