Selasa, 7 November 2017 20:28

Kemampuan Menulis Penting untuk Dimiliki Seorang Guru

Reporter : Muhammad Ankawijaya
Edi dan salah satu karyanya.
Edi dan salah satu karyanya. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kemampuan menulis memiliki fungsi yang sangat penting bagi perkembangan seorang guru. Fungsi dari kemampuan menulis ini, sepenting ibu memberi ASI pada bayinya. Hal ini disampaikan Edi Juharna, seorang guru sekaligus salah satu penulis produktif yang dimiliki kota Cimahi, di kediamannya, kawasan Permana Cimahi Utara para hari Minggu (5/11/2017).

Menurut Edi, menulis merupakan nutrisi bagi otak. Oleh karena itu, jika otak tak diberi nutrisi, maka kemampuannya akan berkurang. Dengan menulis, pengetahuan guru tidak hanya seputar buku pelajaran dan kegiatan belajar mengajat (KBM) saja.

“Ketika guru menulis, maka kemampuan dan pengetahuannya dapat mewarnai kegiatan guru dalam mengajar di kelas. Ini otomatis terjadi, karena guru yang menulis akan berusaha mencari pengetahuan (membaca). Begitu pun dalam berdialektika, guru akan memiliki wawasan yang mencukupi,” ungkap Edi Juharna.

Namun demikian, Edi mengakui jika guru menghadapi beberapa kendala untuk dapat memulai kebiasaan dalam menulis. Kendala-kendala seperti padatnya jadwal mengajar, kesibukan menyusun administrasi pembelajaran, memeriksa tugas murid, hingga urusan keluarga. Selain itu, mereka pun kebingungan dalam menuliskan kata/kalimat awal dalam menulis.

Edi pun menuturkan, Persoalan utama yang dihadapi adalah kebanyakan guru lebih senang mengikuti hawa nafsunya dalam memelihara rasa malas. Mereka pun lebih senang membuat berbagai alasan.

“Ini bisa jadi karena mereka kurang suka membaca. Banyak juga guru yang kebanyakan ragu apakah tulisannya akan bagus atau tidak, layak baca atau tidak, dan segudang alasan lainnya yang membuat mereka enggan menulis” sambung Edi.

Edi berpendapat, sebetulnya kendala yang dihadapi guru itu sangat mudah diatasi, yaitu dengan tekad yang kuat serta disiplin dalam berlatih.

Berbagai karya tulisnya sebagai seorang guru.
Berbagai karya tulis Edi sebagai seorang guru. [Limawaktu]

Ditanya soal pengaruh langsung kemampuan menulis guru terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM), Edi mengakui walaupun ada pengaruh terhadap wawasan guru, tapi bagi KBM sendiri sebetulnya tak terlalu berpengaruh. Sebab kbm sudah memiliki acuan tersendiri di luar dunia tulis menulis yang dilakoni oleh guru.

“Barangkali berpengaruh pada karier seorang guru. Bagi guru PNS, menulis itu akan memberi poin penting dalam kenaikan pangkat/golongan. Dan, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan,” tambahnya.

Akan tetapi, bagi guru non PNS seperti dirinya, menulis dapat menjadi salah satu alternatif dalam menambah penghasilan. Sebab, honor tulisan dari media cetak atau royalti dari penerbit buku nilainya lumayan sebagai passive income seorang guru.

Edi pun berharap jika kedepannya para guru mulai memiliki kesadaran tinggi akan menulis. Menurut Edi, bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang budaya literasinya tinggi. Dan hal itu, salah satunya bisa diukur dari seberapa tinggi masyarakatnya menghasilkan karya tulis baik itu buku, artikel, jurnal, atau pun berbagai karya tulis ilmiah.(anka)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Sae

7 November 2017 23:38 Balas